Minggu, 21 April, 2024

Artikel Terbaru

1 Juta Ha Lahan Tadah Hujan Bakal Kena Pompanisasi

ktnanasional – JAWA TIMUR, LAMONGAN. Kementerian Pertanian  menargetkan percepatan pemasangan pompa di lahan-lahan tadah hujan Pulau Jawa yang masih kering akibat dampak El Nino panjang. Targetnya 1 juta hektar (ha) lahan tadah hujan bisa dialirkan air dari pompanisasi.

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Ali Jamil mengatakan, saat ini ada lebih dari 2 juta ha lahan kering yang perlu mendapat saluran air di Seluruh Pulau Jawa. Untuk mengejar target tersebut, 1 juta ha diantaranya termasuk juga lahan yang ada di Kabupaten Lamongan akan segera dipompa melalui sungai-sungai yang ada. Kabupaten yang terkenal dengan soto itu memiliki lahan kering seluas 30 ribu ha dari total 94.460 ha.

“Kami bersama Dirjen SDA PUPR dan juga pihak terkait lainnya sudah merapatkan ini semua untuk segera kita persiapkan MT II. Bagaimana kita maksimalkan paling tidak satu juta kita amankan. Misalnya 500 ribu hektare di Pulau Jawa dan 500 ribu lainnya di luar Pulau Jawa. Termasuk yang di Lamongan,” ujar Ali Jamil usai meninjau percepatan tanam di Desa Pringgoboyo dan Desa Turi, Lamongan, Jawa Timur, Selasa, 19 Maret 2024.

Menurut Ali Jamil, sistem pompa nantinya akan mengairi sawah-sawah yang hanya 1 kali tanam meningkat menjadi 2 bahkan 3 kali tanam dalam setahun. Bila hal ini berhasil, maka, Indonesia dalam waktu dekat tidak perlu bergantung pada kebijakan impor.

“Kita punya potensi lahan tadah hujan seluas 3 juta ha. Nah tadah hujan itu rata rata baru satu kali tanam per tahun. Kemudian sebagai dampak el nino maka tidak sedikit yang gagal. Untuk itu, sebagai alternatifnya kami giatkan pompa untuk mengaktifkan sawah-sawah kita pada masa tanam 2 nanti,” katanya.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut baik upaya Kementerian Pertanian dalam mempercepat proses tanam melalui pompanisasi. Dia berharap, dengan cara itu Lamongan dapat kembali meningkatkan indeks pertanamannya menjadi 3 kali dalam setahun.

“Yang pasti, saat ini dari 94.460 ha baku sawah kita, 30 ribu ha diantaranya adalah lahan tadah hujan. Dan kita sambut baik apa yang disampaikan Pak Menteri dan Pak Dirjen. Kita berharap ke depan bisa meningkatkan IP menjadi 2 dan 3,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Lamongan memiliki saluran air yang dibangun sejak tahun 1990an dan baru direhab kembali pada tahun 2018 dan 2022. Di sana, terdapat 10 pintu air dan luas lahan 224 ha. Saluran tersebut nantinya akan dioptimalkan untuk menampung air dan menjadi sumber bagi pertanaman.

Sebelumnya di Bojonegoro, Menteri Pertanian,  Andi Amran Sulaiman meminta gerakan pompanisasi dilakukan secara maksimal. Untuk itu, kepala dinas dan juga pihak terkait harus segera melakukan pengecekan terhadap sungai-sungai besar yang tidak pernah surut disaat musim kering.

“Luas kering disini kan 40 persen. Nah 40 persen disini berapa yang nempel ke bengawan solo atau sungai berantas harus dilakukan pengecekan dan pasang pompa secara maksimal,” katanya.

Mentan mengatakan pompanisasi menjadi solusi cepat mengingat saat ini tidak semua daerah diguyur hujan. Artinya, masih ada daerah-daerah kering akibat dilanda el nino gorila alias musim kering ekstrem yang berujung pada darurat pangan.

Untuk mendukung upaya tersebut, kata Mentan, semua pihak harus terlibat baik dari TNI, Polri, Kejaksaan, petani maupun dukungan langsung dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura (BPWS) yang memiliki peta wilayah sungai berair dan sawah kering.

“Yang pasti kita harus efisien dan efektif. Bahkan dari BPWS, sudah sepakat ya 200 pompa keluar. Nah bapak ibu sekalian, ini dicek baik baik berapa pompa dibutuhkan untuk menaikkan indeks tanam,” jelasnya. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga