Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

30 Juta Sebulan, Yanti Kurniati Petani Paprika Cisarua

ktnanasional.com – JABAR Cisarua.  Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kurnia Abadi didirikan sejak 2017 dan dikelola oleh Yanti Kurniati di Kampung Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Selama ini, P4S Kurnia Abadi berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Yanti yang juga bendahara KTNA Kabupaten Bandung Barat mengatakan, dari pelatihan yang sudah sering dilakukan, saat ini banyak sekali petani  yang menurut kacamata pertanian sudah mahir dalam usaha taninya, seperti kapan harus menanam, merawat hingga panen. Termasuk dalam menentukan komoditi yang harus ditanam menyesuaikan permintaan pasar.

Pada saat kunjungan lapangan bertepatan dengan Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan oleh mahasiswi  IPB University, Fakultas  Sekolah Vokasi, Jurusan  Manajemen Agribisnis. Mereka adalah  Ella Aisha Putri, Rafita Azzahra dan Yora Marshanda, tinggal di P4S Kurnia Abadi sejak 31 Juli 2023 hingga 13 Januari 2024.

Selama masa praktek lapangan mereka mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah, Manajemen Agribisnis. Yang pada tingkat petani juga sudah diterapkan namun biasanya dalam bentuk pencatatan yang paling sederhana. Dalam proses ini diharapkan terjadi interaksi dan pembelajaran baik bagi mahasiswi yang sedang melakukan PKL maupun pihak P4S Kurnia Abadi. Salah satu hal yang sangat penting dalam usaha tani adalah pencatatan semua kegiatan budidaya, nantinya data  tersebut dapat dipergunakan untuk membuat evaluasi guna pengembangan usaha ke depan.

Ada 4 Green House (GH) yang saat ini dikelola oleh P4S Kurnia Abadi, dengan Paprika sebagai komoditi utama, Paprika merah, kuning dan hijau. Selain usaha on farm Yanti juga merupakan penyuplai komoditi sayuran hingga ke pasar Jakarta, sayur tersebut dikumpulkan dari anggota kelompok.

Saat ditanya berapa yang dihasilkan dari menanam Paprika, Yanti meminta Ella yang selama ini bersama kawan nya melakukan pencatatan pembukuan usaha tani Paprika di P4S Kurnia Abadi untuk menjelaskan.  Untuk bulan Oktober panen ada 1 ton dan harga mencapai Rp. 70.000/kg. “Setelah dipotong semua pembiayaan yang dikeluarkan termasuk investasi pembuatan 1 unit GH, masih dapat Rp. 30 Juta bersih”, kata Ella.

Ditambahkan oleh Yanti, harga tidak selalu bagus, selalu berfluktuasi, pernah jatuh hingga Rp. 15.000/ kg. Normalnya harga di kisaran Rp. 50.000/ kg kalau stabil seperti itu sudah cukup untuk kami. “Kami ingin kalau sedang panen raya supaya harga tidak jatuh ada teknologi untuk menyimpan atau mengawetkan, supaya kami tidak terpaksa harus menjual saat panen dan ini terjadi hampir di semua komoditi sayuran”, tambah Yanti. (mh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga