Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Kapusluh: Pastikan Penyuluh Dampingi Petani Pasca Penas

ktnanasional.com SUMBAR-Padang, Pekan Nasional (Penas) XVI Petani dan Nelayan bergulir di Bumi Minangkabau. Secara resmi Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mewakili Presiden RI, Joko Widodo membuka kegiatan silaturahim akbar tersebut.

Banyak harapkan pelaksanaan Penas Petani dan Nelayan di Padang kali ini. Berikut wawancara Tabloid Sinar Tani dengan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Badan SDM Pertanian, Bustanul Arifin Caya.

Penas Petani dan Nelayan telah dibuka, kegiatan apa saja dalam Penas nanti?

Penas pesat petani dan nelayan ini kita harapkan menjadi ajang silaturahim dan tukar menukar pengetahuan, inovasi dan teknologi. Bukan hanya itu, dalam Penas juga akan ada temu bisnis yang akan mempertemukan petani dengan penggiat pertanian. Kesiapan yang kita lakukan secara all out dengan dukungan eselon satu lain, termasuk partisipasi pihak swasta. Kegiatan lainnya dalam Penas nantinya akan ada Gelar Percontohan yang sebelumnya bernama Gelar Teknologi. Kegiatan ini akan didukung private sektor yang akan menampilkan berbagai contoh.

Dari berbagai kegiatan, apa harapan Bapak terhadap Penas ini?

Selain Temu Bisnis dan Gelar Percontohkan, nantinya dalam Penas akan ada berbagai temu profesi dan workshop. Kami berharap dalam Penas ini akan ada rekomendasi dari peserta Penas dalam rangka mengantisipasi El Nimo dan krisis pangan ke depan. Jadi ke depan kita harapkan ada komitmen pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, termasuk juga KTNA dalam kegiatan yang riil untuk mengatasi El Nino dan krisis pangan global.

Bagaimana nanti di wilayah A atau Propinsi dan kabupaten/kota mempunyai prioritas apa yang akan dikembangkan, teknologinya dan dukungan eselon 1 seperti apa dalam mengahadapi El Nino. Termasuk bagaimana pendekatan mengatasi kekeringan.  Jadi bedanya Penas kali ini dengan sebelumnya, bukan hanya ada pertemuan tapi juga workshop yang hasilnya adalah memberikan rekomendasi.

Dalam gelar percontohan apa saja yang akan ditampilkan?

Saya contohkan nanti untuk Ditjen Perkebunan akan menampilkan pabrik kelapa sawit mini yang bisa dicontohkan petani. Ditjen Prasaran dan Sarana menampilkan Taksi Alsintan dan pengembangan alsintan dan bengkel mobile, serta embung. Begitu juga dari BSIP akan menampilkan beberapa teknologi. Sedangkan dari BPPSDMP menyajkan smart farming. Untuk peternakan akan ditampilkan kandang unggas modern dalam bentuk closed loop peternakan. Sementara pihak swasta menampilkan varietas unggul yang mampu beradaptasi terhadap iklim.

Adakah pesan-pesan Bapak terhadap penyuluh pertanian dalam Penas kali ini?

Penyuluh harus bisa memastikan semua ilmu dan pengetahun yang ada dalam Penas ini, petani mendapat pendampingan, bukan hanya aspek teknis, tapi juga dibangun motivasinya. Saya harapkan penyuluh menjadi garda terdepan untuk mentransformasikan inovasi dan teknologi dalam Penas kepada petani untuk bisa meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Apalagi kita ke depan dihadapkan kondisi El Nino dan krisis pangan global.

Dengan dengan pendampingan penyuluh, kita siap mengantisipasi agar nanti tidak kekurangan pangan. Jadi penyuluh juga harus tahu cara mitigasi dan antisipasi kondisi yang akan terjadi ke depan. Jadi penyuluh harus satu langkah di depan, agar petani yakin akan keberadaan penyuluh. Kita harapkan memang tidak terjadi El Nino yang berat.

Secara general program penyuluhan ke depan seperti apa?

Pertama, kita harus memperkuat penyelenggaraan penyuluh. Kita update metode, aspek teknis jangan sampai penyelenggaraan penyuluh tidak ketinggalan dan tidak kekinian, termasuk substansi. Kita update SDM kita terus tingkatkan, baik pelatihan, magang dan pertemuan. Kita j perbaiki kelembagan penyuluh, baik di pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga di kecamatan yakni BPP dan tingkat desa Posluhdes. Saya ingin Posluhdes sebagai pos penyuluh swadaya berjalan dengan baik. Kekurangan penyuluh PNS dan THL-TBPP bisa diatasi dengan adanya penyuluh swadaya.

Saya juga berharap penyuluh bisa membantu bisnis petani, bahkan penyuluh sebagai konsultan petani juga bisa mempunyai usaha. Ini bisa dilakukan, karena penyuluh mengetahui potensi wilayah dan mengetahui bagaimana pasar komoditasnya. Sekarang ini boleh penyuluh punya bisnis dan menjadi backup pendapatan mereka.

Salah satu rangkaian kegiatan Penas Petani dan Nelayan, salah satunya adalah Kongres Perhiptani, apa harapan Bapak?

Pertama, saya berharap Perhiptani bisa menghasilkan usulan yang dapat memperkuat penyuluhan. Kedua, Perhiptan juga lebih berkiprah dalam kegiatan penyuluhan, karena bergabung penyuluh, ASN, THL-TBPP dan penyuluh swasta. Sebagai wadah penyuluhan, Perhiptani juga mendukung pembangunan pertanian, khususnya penyelanggaran dan memperkuat fungsi penyuluhan.  Ketiga, saya berharap komitmse Perhiptani dalam kegiatan masif di lapangan dengan bergandeng tangan bersama Kementan untuk memprkuat fungsi penyuluhan.

Reporter : Julian

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga