Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

5 Unit Pengolahan Ikan di Sleman Digelontor Rp1,5 Miliar

ktnanasional.com – DIY, SLEMAN. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kelautan Perikanan senilai Rp1,5 miliar tahun ini. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pengoptimalan Unit Pengolahan Ikan (UPI).

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, Suparmono mengungkapkan Kabupaten Sleman pada tahun ini menerima fasilitas DAK Kementerian Kelautan Perikanan berupa Bedah UPI senilai Rp1,5 miliar untuk lima Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) perikanan di antaranya, UPI Citra Rasa, UPI Mina Kepis, UPI Mina Taruna, UPI Sarimina, dan UPI Mino Ngudi Lestari.

“Bedah UPI ini berupa rehabilitasi bangunan UPI dan bantuan peralatan pengolahan. Pelaksanaan bedah UPI 2023 sudah selesai pada 25 Juli lalu. Dengan bantuan ini, diharapkan alur proses produksi bisa memenuhi standar prosedur operasi sanitasi. Sehingga dapat meningkatkan mutu produk yang dihasilkan poklahsar,” jelas Pramono, Selasa (29/8/2023).

Pramono menambahkan, Bidang Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman pada Tahun 2022 memiliki binaan sebanyak 50 UPI, yang terdiri dari UMKM olahan ikan dan poklahsar dengan produksi 125.230,39 kg produk olahan berupa nugget, bakso, keripik ikan, siomay, pempek, pepes, dan berbagai olahan ikan lainnya. “Nilai olahan ikan tersebut Rp18,78 Milyar,” lanjutnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo berharap, UPI di Kabupaten Sleman terus berproses untuk menghasilkan produk olahan yang memenuhi keamanan pangan dengan mengikuti ketentuan perijinan, baik itu Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Halal, Sertifikasi Makanan Dalam (MD) dan perizinan lainnya.

Bupati berharap bantuan UPI dapat meningkatkan mutu produk olahan yang dihasilkan oleh Poklahsar. “Semoga dengan bantuan Bedah UPI ini diharapkan alur proses produksi olahan ikan di Sleman dapat memenuhi standar Good Manufacturing Practices [GMP] dan Standard Sanitation Operation Procedure [SSOP],” kata dia.

Harapannya bantuan tersebut juga mampu meningkatkan mutu produk olahan yang dihasilkan oleh kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), mempunyai sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) maupun MD agar memiliki nilai jual yang tinggi.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengelola produk ikan. Dengan begitu produk olahan ikan dapat semakin dinikmati seluruh kalangan dan memiliki nilai jual yang semakin tinggi. (admin)

Artikel telah tayang di harianjogja.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga