Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

500 TON BERAS HILANG DI GUDANG, 2 EKS PEJABAT BULOG PINRANG TERANCAM DIPECAT

Ktnanasional.com – SULSEL Pinrang. Mantan Kepala Cabang Pembantu Bulog Pinrang Raydtio W Putra Sikado dan Kepala Gudang Pekkabata Pinrang Muh Idris terancam sanksi pemecatan. Keduanya dianggap bertanggung jawab atas hilangnya 500 ton beras di gudang Bulog Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Ya, tergantung nanti hasilnya (audit). Tidak menutup kemungkinan pemecatan (eks Kepala Cabang Pembantu dan kepala gudang) kalau berdasarkan pengalaman sebelumnya,” ujar Pimwil Bulog Sulselbar Bakhtiar AS saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (6/12/2022).

Bakhtiar menuturkan keduanya akan dipecat jika hasil audit menunjukkan kerugian besar bagi Bulog. Raydtio dan Muh Idris telah dinonaktifkan dari jabatannya sejak kasus ini mencuat.

“Kalau rekomendasi menimbulkan kerugian besar tidak menutup kemungkinan (dipecat),” tegasnya.

Dia mengungkapkan bahwa proses audit telah selesai. Namun tim audit belum menyampaikan hasilnya dan sudah kembali ke Jakarta.

“Audit sudah selesai. Tim kembali ke Jakarta. Saya tunggu juga hasilnya,” papar Bakhtiar.

Bakhtiar menegaskan ada kerugian negara dalam kasus ini, meski tim audit belum melaporkan hasilnya. Untuk memastikan jumlah kerugian menunggu hasil laporan tim audit.

“Jadi kan gini, sama seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa indikasi kerugian itu ada. Cuman belum bisa kita hitung jumlahnya,” terangnya.

Dia menambahkan kasus ini akan diusut sampai tuntas termasuk dugaan adanya pelanggaran hukum. Selanjutnya akan ditindak lanjuti sesuai dengan rekomendasi dari pusat.

“Yang bersangkutan (eks Kepala Bulog Pinrang dan kepala gudang) sudah kami berhentikan, sisa menunggu hasil audit dari pusat nanti bagaimana rekomendasinya untuk tindak lanjut selanjutnya,” jelasnya.

Polisi Periksa 14 Saksi

Polisi telah memeriksa 14 orang saksi terkait hilangnya 500 ton beras di gudang Bulog Pinrang. Penyelidikan terkait kasus ini masih berjalan.

“Masih penyelidikan. Total saksi 14 orang,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Muhalis saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (6/12/2022).

Muhalis menyebut saksi yang telah diperiksa dari pihak internal Bulog dan rekanan. Namun dia belum mengungkapkan hasil pemeriksaannya.

“Mereka rekanan dan juga pihak internal Bulog,” ujarnya.

Muhalis menambahkan pihaknya menunggu hasil audit Bulog terkait jumlah kerugian negara. Dia mengaku belum menerima laporan audit yang dilakukan pihak Bulog.

“Kami belum dapat laporan audit dari Bulog. Nanti kami dapatkan laporan tertulis baru bisa menyampaikan terkait itu (kerugian negara),” paparnya. (admin)

Berita ini telah terbit di detiksulsel.com tanggal 06 Desember 2022

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga