Sabtu, 20 April, 2024

Artikel Terbaru

Agustinus Bolang, Sulap Pantai Berbatu Jadi Kebun Pisang

ktnanasional – NTT, ALOR. Mengidolakan pisang sebagai komoditas andalan, membuat Agustinus Bolang tidak berhenti menanam. Bahkan dengan keuletan dan keyakinan bahwa pisang bisa memberikan keutungan, mantan Kepalda Desa Nule, Kecamatan Pantar Timur, Alor ini merubah bukit berbatu menjadi kebun pisang.

Pisang adalah komoditas yang tidak terpisahkan bagi seorang Agustinus Bolang. Sebelum menjadi Kepala Desa Nule, Agustinus selalu menanam pisang dimanapun ia melihat ada lahan yang bisa ditanaminya.

“Saya sudah menanam pisang di tiga kebun dan saya sudah bisa menikmati hasil dari berkebun pisang ini,” ujarnya.

Setelah selesai menunaikan amanahnya sebagai Kapala desa, Agustinus pun kembali bersemangat untuk menanam pisang. Agustinus melihat Pantai Nule sebagai daerah yang ditanami pisang.

Walaupun kondisi tanah Pantai Nule berbatu tidak membuat Agustinus menyerah. Dengan keuletanya ia bisa menyulap area Pantai Nule menjadi kebun pisang yang tentunya akan memberikan nilai tambah.

“Kalau ke gunung untuk mengambil buah pisang harus melewati 12 anak tangga ini yang membuat, saya memilih menanam di Pantai saja,” tambah Agustinus.

Gairah Agustinus dalam menanam pisang terus menguat ketika selalu mendapatkan dukungan dan pendampingan dari penyuluh pertanian. Salah satunya dari Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian cabang 4 wilayah Pantar, Darius Bler Sir.

Walaupun bukan daerah binaannya, Darius rutin mengunjungi Agustinus untuk berdiskusi sekaligus memberikan motivasi dan bimbingan dalam bertanam pisang.

“Tanaman pisang berbuah tanpa kenal musim. Kalau tanam 100 pohon dalam satu dua tahun panen 100 tandan satu tandan Rp 40.000 maka sekali panen Rp 4.000.000, kalau diolah jadi kue pisang berarti satu buah di belah dua di campur terigu dijual maka akan mendapat untugn lebih besar,” jelasnya,

Motivasi itulah yang membuat Agustinus semakin bersemangat untuk bertanam pisang walau lahan yang ditanaminya bukan lahan biasa dan membutuhkan semangat lebih untuk melakukannya.

“Saya selalu menyampaikan kepada petani masyarakat desa Nule agar mengikuti yang di lakukan mantan Kades Desa Nule demi kesejahteraan keluarga. Saya selalu mengarahkan agar jangan sejengkal tanahpun kosong, semuanya harus di manfaatkan demi menuju kehidupan petani yang lebih baik,” ungkap Darius. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga