Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Aren Genjah Sumut, Peluang Ungkit Produksi

ktnanasional – SUMATERA UTARA, MEDAN. Tanaman aren merupakan salah satu jenis palma yang penyebarannya cukup luas di Indonesia. Bahkan aren termasuk tanaman multifungsi, karena bagian tanamannya bisa diolah menjadi berbagai produk.

Dengan banyaknya manfaat, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan bersama UPT Perbenihan Dinas Perkebunan Sumatera Utara, BRIN dan instansi terkait lainnya melakukan observasi/pengamatan calon benih aren genjah.

Sebagai tanaman yang mempunyai banyak fungsi tanaman aren, masyarakat banyak memanfaatkan menjadi berbagai olahan. Misalnya, nira aren umumnya diolah menjadi gula aren bongkahan. Namun beberapa pelaku usaha kini telah membuat gula aren bubuk (gula semut).

Selain nira, bagian tanaman yang bisa dimanfaatkan adalah buahnya yakni kolang-kaling.  Produk pangan banyak dipasarkan karena banyak disukai masyarakat sebagai campuran es, manisan atau dimasak sebagai kolak. Teristimewa sebagai hidangan berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Bagian tanaman lainnya adalah nipah dan rumbia. Daun pohon aren biasa digunakan sebagai bahan atap rumah rakyat. Pucuk daunnya yang masih kuncup juga dipergunakan sebagai daun rokok, yang dikenal pasar sebagai daun kawung. Lembar daunnya biasa digunakan sebagai pembungkus barang dagangan, misalnya gula aren atau buah durian. Lembar-lembar daun ini pun kerap dipintal menjadi tali, sementara lidinya biasanya dibuat anyaman dan sapu lidi.

Seperti daunnya, ijuk dari pohon aren dipintal menjadi tali. Meski agak kaku, tali ijuk ini cukup kuat, awet dan tahan digunakan di air laut. Ijuk dapat pula digunakan sebagai bahan atap rumah, pembuat sikat, dan sapu ijuk. Dari pelepah dan tangkai daunnya, setelah diolah, dihasilkan serat yang kuat dan tahan lama untuk dijadikan benag, tali pancing. Banyak lagi bagian tanaman aren yang bisa dimanfaatkan, termasuk batangnya.

Dengan kelebihan itu, upaya pelestarian tanaman aren dilakukan, termasuk mendapatkan benih bermutu. Sumber benih aren di Indonesia hingga kini masih terbatas dan berasal dari Kebun Induk atau dari BPT (Blok Penghasil Tinggi).

Untuk itu, kegiatan observasi/pengamatan calon BPT Aren genjah dilakukan BBPPTP Medan, UPT Perbenihan Dinas Perkebunan Propinsi Sumatera Utara, BRIN dan instansi terkait. Kegiatan observasi  BPT aren berlangsung di kebun aren milik  Ilham Saputra (PT Sultan Aren Indonesia) di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Dengan luas kebun BPT 2 ha ada sekitar 400 pohon arena.  Pohon Induk yang terpilih berjumlah 250 pohon dengan umur tanaman 9-10 tahun.  

Setelah observasi dan evaluasi, BPT Aren Genjah Varietas Aren Genjah Kutai Timur di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia  Nomer 116/Kpts/KB.020/12/2022, tanggal 14 Desember 2022.

Pengawas Benih Tanaman di BBPPTP Medan, Elvy Carolina Pane mengatakan, tanaman aren Genjah Kutim Sumatera Utara mempunyai produksi lebih cepat dibanding tanaman aren dalam lainnya  yaitu 5 tahun. Kelebihan lainnya, tanaman lebih pendek yaitu 0,75-1,6 meter, hasil nira per mayang per hari adalah  12,14  atau 1,4 liter dan bisa menghasilkan gula merah cetak sekitar 1,8 kg. Sedangkan potensi produksi nira mencapai 4.000 liter/ha.

“Kelebihan lain adalah penyadapan nira pada tanaman aren genjah lebih mudah, karena letak mayang lebih pendek dibandingkan tanaman aren dalam. Kegiatan pemeliharaan tanaman Aren lebih sederhana dibanding komoditi perkebunan lainnya,” kata Elvy. Dengan benih aren genjah BPT ini diharapkan dapat mendukung  peningkatkan produksi dan pendapatan petani aren. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga