Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Aroma Harum Kopi Geulis di Indonesia Finland Festival 2023

ktnanasional.com – Finlandia, Kopi Geulis Sumedang  lagi-lagi berhasil dilirik pasar global. Bagaimana tidak, kopi Indonesia dari kota tahu yang memiliki aroma dan cita rasa yang khas berhasil menarik pengunjung dan meraih respon positif pada Indonesia Finland Festival tahun 2023 yang diniisiasi KBRI Helsinki, Finlandia, beberapa waktu lalu.

Booth stand Kopi Geulis Sumedang tersebut mendapat perhatian terbesar dari pengunjung, terlihat antusias sekali saat mencicipi kopi jenis arabika ini. Kopi Geulis Sumedang mewakili Indonesia ikut berpartisipasi pada kegiatan Indonesia Finland Festival pada awal Juni lalu. “Kopi yang kami bawa habis sebelum acara festival berakhir,” ujar Ai Awang, Pimpinan Kopi Geulis Sumedang.

Ai mengatakan, Dubes RI memberikan apresiasi kepada Bupati Sumedang dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, atas upaya membantu pengembangan kopi nasional dan mendorong promosi kopi di tataran Internasional khususnya masyarakat Finlandia.

Selain Kopi Geulis Sumedang sebagai Delegasi RI dari kalangan pelaku usaha kopi, turut hadir bersama antara lain partisipan kesenian dari Pemprov DKI Jakarta dan partisipan exhibition dari Pemda Sumedang (kopi) dan Depok (UMKM Craft) meramaikan acara tersebut.

Dubes RI berharap, tahun depan dapat menginisiasi kegiatan promosi yang lebih besar lagi, khususnya membawa produk UMKM lebih banyak lagi. Selain itu mengundang tim promosi dari beberapa daerah di Indonesia dengan keunggulan budaya.

Sebagaimana diketahui, negara Finland ini memiliki karakteristik masyarakat yang sering berdiskusi, ngobrol atau hanya bersantai di café dengan kerabat atau keluarga, sehingga menjadi peluang kopi Indonesia bisa diterima masyarakat Finland.

Tidak hanya kopi, tentunya karena ditinjau secara daerah dengan iklim dingin, minuman penghangat badan seperti cokelat dan teh juga berpotensi untuk dapat di promosikan dan diperdagangkan di sini.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengapresiasi terlaksananya kegiatan promosi kopi Indonesia di Finland yang diinisiasi KBRI Helsinki. Dirinya berharap peran dari KBRI di berbagai negara tujuan ekspor Indonesia untuk dapat berkontribusi dalam memperkenalkan ragam produk perkebunan Indonesia.

“Apalagi jika negara-negara tersebut terlibat perjanjian bilateral atau setidaknya regional dengan Indonesia, itu menjadi peluang akses pasar, ” katanya.

KBRI sebagai pintu gerbang utama Indonesia untuk masuk di dunia Internasional. Artinya KBRI yang mengetahui informasi market intelligent untuk pasar komoditas perkebunan Indonesia bisa masuk lebih dalam lagi.

Menurut Andi Nur, strategi promosi komoditas perkebunan di pasar internasional tidak hanya dengan menunggu atau dengan jalur digital marketing. Namun demikian prilaku usaha harus berupaya untuk menjemput bola, datang ke lokasi negara, memamerkan produk, menjelaskan keunggulan nya dan uji rasa atau taste.

“Strategi seperti ini yang menurut hemat saya, akan memiliki kemungkinan keberhasilan lebih besar untuk menggaet calon-calon investor atau calon-calon buyer Luar Negeri,” ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Prayudi Syamsuri, bahwa negara Findland tidak saja disasar pasar secara single country, tetapi jauh lebih besar dan luas lagi.

Produk perkebunan, terutama kopi Indonesia bisa menggunakan Finland sebagai hub perdagangan untuk negara di Kawasan Skandinavia lainnya seperti negara Islandia, Swedia, Denmark, dan Norwegia. Negara-negara ini memiliki sejarah yang berkaitan dekat sehingga mereka berbagi banyak kesamaan budaya dan ini peluang untuk pasar produk perkebunan Indonesia karena kesamaan “kesukaan” dari suatu ragam produk.

Prayudi menambahkan, walaupun di tahun 2022 Indonesia belum tercatat mengekspor produk Kopi ke Finland, tetapi nilai ekspor komoditas perkebunan Indonesia mencapai USD 20,9 juta yang didominasi ekspor olahan karet dan rempah-rempah.

Prayudi mengharapkan, kedepan festival seperti ini terus diselenggarakan secara continue dengan mengundang para pelaku usaha komoditas perkebunan lainnya yang menonjolkan produk sebagai identitas Indonesia.

“Indonesia tidak hanya punya kopi Sumedang, juga ada Gayo, Toraja, Kintamani, dan lain-lain yang tentunya akan semakin menambah referensi rasa dari masyarakat Finlandia yang dinobatkan sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia,” tuturnya.

Lebih lanjut Prayudi mengatakan, kegiatan seperti ini juga perlu dimaknai terhadap upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan Finlandia, khususnya di bidang ekonomi dan people-to-people contact, serta peningkatan awareness tentang budaya dan ragam produk perkebunan Indonesia.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga