Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Badung Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian, Saat Ini, Satu PPL Memiliki Wilayah Binaan 3 Desa

ktnanasional.com – BALI, BADUNG. Sampai saat ini Pemkab Badung masih kurang Tenaga teknis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Dengan minimnya tenaga penyuluh, mereka harus mengawasi tiga desa sekaligus.

Hal itu pun sangat memberatkan Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung yang saat ini sedang menggencarkan pertanian, apalagi menghadapi El Nino yang berkepanjangan.

Disperpa Badung pun berharap formasi PPPK bisa merekrut PPL.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana tidak menampik hal tersebut, Pihaknya mengaku saat ini PPL sangat jauh berkurang, lantaran banyak purna tugas.

“Kita saat ini punya 26 Tenaga penyuluh. Jumlah ini tentu sangat minim untuk melakukan pengawasan dan penyuluhan di desa,” jelas Wijana

Disebutkan, idealnya satu desa memiliki satu tenaga PPL.

Namun karena jumlah tenaga makin berkurang, kini satu tenaga PPL diberdayakan untuk tiga desa.

“Saat ini penyuluh yang ada kami berdayakan dengan cara 1 orang PPL memiliki wilayah binaan 3 desa,” terang mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung ini.

Wijana menambahkan, perekrutan PPL di Kabupaten Badung terakhir kali dilakukan tahun 2021 lalu.

Namun Wijana mengaku sudah mengusulkan tenaga penyuluh untuk PPPK tahun ini.

“Kami sudah mengusulkan kepada bapak bupati. Semoga tenaga PPPK tahun ini bisa mengangkat penyuluh yang merupakan asli warga Badung ” ucapnya sembari mengatakan semoga bapak bupati memberikan solusi terkait masalah ini

Diakui, sebelumnya belum ada formasi untuk PPL dibuka kembali.

Bahkan Wijana menyebut, masalah kelangkaan PPL memang menjadi masalah nasional yang terjadi hampir di seluruh daerah.

“Dari dulu kami sudah mengusulkan formasi untuk penyuluh. Harapan kami, pemerintah pusat agar membuka formasi untuk PPL. Karena tantangan sektor pertanian akan semakin berat. Bahkan kami sudah meminta 30 PPL,” jelasnya

“Apalagi kami di Badung sedang menggenjot sektor pertanian,” sambungnya.

Dikatakan, tenaga PPL memiliki tugas yang sangat strategis untuk mendampingi petani, baik dalam hal budidaya maupun pengaturan pola tanam.

Selain itu, PPL juga bertugas dalam pengendalian hama dan penyakit serta sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menyampaikan program pertanian.

“Jadi tugas mereka mendampingi petani untuk kelangsungkan pertanian. Termasuk juga menjelaskan program pemerintah,” imbuhnya.

Untuk diketahui tahun 2022 lalu ada 12 orang tenaga teknis PPL Badung yang purna tugas. Sebelumnya di masing-masing desa terdapat 1 orang penyuluh.

Dengan banyaknya yang pensiun jumlah penyuluh semakin berkurang. (admin)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga