Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Balla Aspirasi Kembali Digelar Kejari Jeneponto, Korupsi Mafia Pupuk Prioritas Penyidikan

ktnanasional – SULAWESI SELATAN,JENEPONTO. Untuk menyerap aspirasi masyarakat di Butta Turatea terkait masalah hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto kembali menggelar “Balla Aspirasi.”

Kegiatan “Balla Aspirasi” ini diselenggarakan oleh bagian intelijen Kejaksaan Negeri Jeneponto setiap hari Jumat diawal bulan, di halaman teras Kejari Jeneponto, Jum’at (10/11/2023)

Kemudian kegiatan “Balla Aspirasi” ini adalah bagian dari inovasi dari Kejaksaan Negeri Jeneponto yang dilaksanakan dalam rangka menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Program Balla Aspirasi ini bagian dari inovasi kami untuk menuju WBBM, dimana sebelumnya pada tahun 2020 Kejari Jeneponto sudah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK),” ungkap Kajari Jeneponto Susanto Gani.

Sementara pada kesempatan kali ini, Kajari Jeneponto Susanto Gani mendapat kunjungan Ketua DPRD Jeneponto H. Aripuddin selaku Forkopimda dan beberapa pegiat antikorupsi di Butta Turatea.

Adapun yang hangat diperbincangkan adalah terkait korupsi mafia kelangkaan pupuk bersubsidi yang saat ini sedang dalam tahap penyidikan di Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus). Dimana sebelumnya kasus ini ditangani oleh Bidang Intelijen Kejari Jeneponto dari laporan aduan masyarakat.

Kajari Jeneponto Susanto Gani menegaskan bahwa saat ini kasus korupsi mafia kelangkaan pupuk bersubsidi terus digebut pemeriksaannya oleh tim penyidik Kejari Jeneponto.

Pasalnya, banyak pihak terkait yang diperiksa, sementara tim penyidik sangat terbatas yang di miliki Kejari Jeneponto. Meskipun demikian, Kajari Susanto, menyatakan tetap optimis kasus ini tetap bergulir, karena pemeriksaan telah dilakukan secara maraton pada 11 Kecamatan di wilayah Jeneponto.

Adapun yang sudah diperiksa oleh tim penyidik Kejari Jeneponto yaitu, pihak produsen pupuk, diantaranya PT. Pupuk Kaltim dan PT. Pupuk Sriwijaya, pihak distributor yakni CV. Anjas, KPI dan Puskud, serta seluruh pengecer yang ada di wilayah Kabupaten Jeneponto, sebut Susanto.

Pihak lain, kata Kajari Susanto, yang ikut diperiksa adalah dari Dinas Pertanian Jeneponto, kelompok penyuluh dan kelompok tani dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam kasus korupsi pupuk bersubsidi ini, jelasnya.

Sementara perkembangan terakhir penyidikan kasus korupsi mafia kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut kata Susanto, saat ini sedang menunggu hasil audit BPK terkait potensi kerugian negara dari kelangkaan pupuk tersebut.

“Jadi sabar saja, tim penyidik Kejari Jeneponto tetap bekerja secara maksimal dan profesional dalam mengungkap korupsi mafia kelangkaan pupuk bersubsidi di Butta Turatea ini,” tegas Kajari Susanto.

Di akhir penyampaiannya, Kajari Susanto Gani meminta kepada DPRD Jeneponto agar diaktifkan kembali peran Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di Jeneponto.

Turut mendampingi Kajari Jeneponto Susanto Gani, yakni Kasi Intelijen Hendarta, Plt Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan Hamka, beberapa jaksa fungsional serta staf Kejaksaan Negeri Jeneponto. (admin)

artikel ini telah tayang di jeneponto.rakyat.news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga