Minggu, 21 April, 2024

Artikel Terbaru

Belitung Timur Dinilai Cocok Terapkan Sawah Apung, Banyak Lahan Kritis dan Lahan Tidur Bekas Tambang

ktnanasional.com – BELITUNG, Teknik penanaman sawah apung dinilai cocok untuk diterapkan di Belitung Timur yang memiliki banyak lahan kritis dan lahan tidur bekas tambang.

Hal tersebut dikatakan Bupati Belitung Timur Burhanudin saat memanen padi hasil dari sawah apung di Desa Dendang, Kecamatan Dendang, Belitung Timur, Senin (21/8/2023).

Sawah apung ini merupakan wujud kolaborasi pertanian dengan memanfaatkan lahan bekas tambang yang ada di Desa Dendang.

Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan, teknik penanaman sawah apung ini tidak perlu memakai tanah yang subur, karena sistemnya terapung di atas air tawar.

“Ini sebagai contoh pemanfaatan lahan tidur yang baik. Jadi tidak ada lagi alasan tidak bertani dan susah menjadi petani karena tanah yang tidak subur,” kata Burhanudin.

Dia ingin desa-desa lain juga menerapkan hal yang seperti ini di lahan-lahan tidur supaya manfaatnya yaitu ketahanan pangan bagi masyarakat sekitar bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT SMM sudah mendampingi banyak kelompok tani di Dendang ini untuk memanfaatkan lahan kritis.

Kami sudah instruksikan dinas terkait untuk mengadopsi teknologi ini supaya bisa diaplikasikan di desa-desa lain di Beltim,” kata Burhanudin.

Ketua Pokdakan Aik Apau Desa Dendang M Asror menjelaskan, proses penanaman padi di sawah apung ini sejak tiga bulan belakang dan hari ini adalah panen perdananya.

Dia bilang sudah sejak awal melakukan riset dan pengembangan terhadap padi di sawah apung ini.

Karena itu dia belum bisa menjanjikan seberapa besar produksi dari 100 rakit sawah apung di pokdakannya ini.

“Secara teori satu rakit itu menghasilkan sekitar lima kilogram gabah. Nanti hasil berasnya berapa kilogram kita infokan lagi. Tapi yang pasti sawah apung ini bisa jadi pemenuhan kebutuhan beras masyarakat sekitar. Jadi tidak perlu beli lagi,” kata Asror.

Dia berharap dengan berkembangnya pokdakannya bisa menjadi inspirasi bagi kelompok lain untuk unjuk kreativitas juga karena pemda akan mendukung.

“Hari ini kita melihat kepedulian bupati, kapolres, dan jajaran. Itu bukti bahwa mereka mendukung inovasi yang dibuat masyarakat,” kata Asror.

Sementara itu General Manager PT SMM Mukhlisuddin Nasution menuturkan, pokdakan di Desa Dendang ini jadi salah satu kelompok binaannya selain di Desa Balok dan Desa Jangkang.

Khusus di Pokdakan Aik Kapau Desa Dendang ini tidak hanya sawah apung tapi juga ada sayur mayur dan tambak ikan, seperti ikan nila, patin dan lele.

“Kami berkomitmen untuk terus memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan kami untuk bertani sehingga mewujudkan kemerdekaan pangan bagi mereka sendiri,” kata dia.

Dia juga menyatakan membuka pintu bagi seluruh wilayah di Beltim untuk bekerja sama dengan perusahaan untuk mengembangkan sawah apung di lokasi masing-masing.

“Ini bentuk nyata kami berkontribusi kepada daerah dan masyarakat di Beltim, khususnya di Kecamatan Dendang,” tambah Mukhlisuddin.

Kegiatan panen padi hasil sawah apung di Desa Dendang ini juga dihadiri  Kapolres Beltim AKBP Arif Kurniatan, General Manager PT SMM Mukhlisuddin Nasution, Ketua Pokdakan Aik Apau dan pihak terkait lainnya.

Artikel ini telah tayang di PosBelitung.co

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga