Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Berkat Tanaman Hias, KWT Puspita Asri Naik Kelas

ktnanasional – JAWA TENGAH, UNGARAN. Siap sangka, hobi berkebun Siwi Andriyani berdampak besar bagi masyarakat sekitar. Dari hobinya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Asri yang berfokus pada budidaya tanaman hias kini bisa naik kelas. Bukan hanya menjadi P4S, KWT ini juga sudah memiliki produk olahan lidah buaya yang bisa memberikan peningkatan bagi ekonomi para anggota.

Setelah pensiun sebagai ASN dari sebuah institusi pemerintah di Jawa Tengah, Siwi Andriyani, mengisi waktu luang dengan  menyalurkan hobi berkebun tanaman hias.

Di halaman belakang rumahnya, yang terletak di jalan Kutilang Raya, desa Susukan, kecamatan Ungaran Timur, kabupaten Semarang, ia menanam dan memelihara dengan cermat aneka bunga anggrek serta tanaman hias lain.

Bukan hanya untuk pribadi, ternyata kegiatan berkebun tanaman hias ini juga diminati ibu-ibu sekitar kediaman Siwi Andriyani. Mereka kerap berkumpul dan melakukan berbagai kegiatan budidaya tanaman hias.

Melihat hal tersebut, Penyuluh Pertanian Kecamatan Ungaran Timur, Endang Rukmiyanti, SP, yang juga saudara dekat Siwi menawarkan untuk meningkatkan kegiatan kumpul-kumpul tersebut dengan membentuk KWT.

Maka dibentuklah KWT Puspita Asri yang beranggotakan 17 orang dan Siwi Andriyani dipercaya sebagai ketua KWT.

Fokus kegiatan awal KWT “Puspita Asri” adalah budidaya tanaman hias. Didampingi dan dibimbing Penyululuh Pertanian dan Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kab.Semarang para ibu-ibu ini mampu membudidayakan berbagai tanaman hias.

Mereka mempunyai koleksi berbagai jenis anggrek semisal  Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Anggrek Vanda, Anggrek Cattleya, Anggrek Dendrobium, Anggrek Paphiopedilum (Anggrek Sepatu),  Anggrek Stanhopea,  Anggrek Oncidium,  Anggrek Bulan Mini (Phalaenopsis mini).

Kelompk ini juga membudidayakan  berbagai tanaman hias daun seperti  aglonema, antherium, philodendron, lidah mertua (snake plant), lidah buaya.

Kegiatan KWT berpusat di kebun bunga milik Siwi, si ketua KWT, dan di  kebun kelompok yang kebetulan hanya bersebelahan. Namun setiap anggota KWT juga membudidayakan tanaman hias dikebun masing-masing.

Dilokasi ini secara berkala ibu-ibu berkumpul untuk belajar bersama. Berbagai materi yang berkaitan dengan budidaya tanaman hias telah mereka praktekkan. Diantaranya : penangkaran tanaman anggrek dan tanaman hias daun, pemupukan, pengendalian hama penyakit tanaman.

Mereka juga telah dibimbing untuk berproduksi. Produksi yang telah dipelajari dan dipraktekkan adalah membuat pupuk organik, baik padat maupun cair, membuat pestisida alam, dan pengolahan hasil.

Pada saat ini KWT “Puspita Asri telah berhasil membuat minuman sehat berbahan baku daun lidah buaya. Sehingga mereka telah berencana memperluas tanaman lidah buaya dikebun kelompok, agar bahan baku produk minuman sehat tersebut tidak terkendala.

Minuman sehat ini sudah dikemas rapi dalam botol-botol 200 ml dan diberi logo. Bahkan pula telah memperoleh ijin IPRT nya

Untuk memasarkan berbagai produk buatanya, KWT Puspita Asri giat mengikuti bazar dan pameran, baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten maupun provinsi.

Seiring kemajuan yang diraih KWT, maka tamu yang berkunjung mulai meningkat. Baik tamu perorangan maupun kelompok dan komunitas. Mereka berkunjung untuk berbagi pengalaman maupun memang untuk belajar tentang budidaya tanaman hias.

Rupa-rupanya kegiatan inipun terpantau Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kab.Semarang. Sehingga KWT PuspitaAsri diusulkan secara formal untuk menjadi lembaga P4S.

Setelah melalui verifikasi yang cukup ketat, maka pada awal tahun 2023 KWT Puspita Asri resmi menyandang tugas sebagai salah satu lembaga P4S di kabupaten Semarang, dengan nama P4S “Puspita Asri”. Beberapa kelompok telah dijadwalkan untuk mengikuti pelatihan di P4S yang baru ini.

Kegiatan ibu-ibu yang cukup dinamis ini juga berkembang lebih luas. KWT Puspita Asri telah menjalin kerja sama dengan kelompok Bank Sampah, untuk mengelola sampah kardus dan botol plastik agar bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan. Kegiatan Bank Sampah tersebut sempat berhenti total karena pandemi covid 19.

Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh KWT Puspita Asri serta dukungan dan bimbingan dari instant terkait, kelompok ini berpotensi untuk berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga