Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Besok, Dua Terdakwa Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi di Jombang Hadapi Tuntutan Jaksa

ktnanasional – JAWA TIMUR, JOMBANG. Mubin dan Sudianto, dua terdakwa kasus korupsi pupuk bersubsidi di Jombang telah menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pangadilan Tipikor Surabaya (7/11) lalu.

Selasa (14/11), kedua terdakwa kasus korupsi pupuk bersubsidi ini akan kembal menghadapi sidang.

Jadwal sidang yang akan dilakukan, adalah pembacan tuntutan dari JPU kepada kedua terdakwa.

”Untuk sidang lanjutan perkara pupuk terjadwalkan agenda sidang tuntutan di Selasa (14/11) lusa ini,” ungkap Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Jombang Denny Saputra Kurniawan kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Denny menerangkan, sebelumnya kedua sudah menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Berbeda dengan persidangan-persidangan sebelumnya, dalam sidang pemeriksaan, kedua terdakwa secara secara langsung atau tatap muka di depan majelis hakim.

”Kedua terdakwa mengukuti persidangan secara langsung tidak online,” bebernya.

Di depan majelis hakim, terdakwa Sudiyanto membantah dirinya melakukan penyimpangan dalam hal distribusi pupuk subsidi.

Namun, Ia juga meminta keringanan kepada majelis hakim bila mereka dianggap melakukan kesalahan.

Sudiyanto disebut Denny juga menyampaikan bersedia mengganti kerugian negara jika dinilai majelis hakim masih ada kekurangan.

”Memang setiap terdakwa punya hak ingkar, cuma dia dengan perhitungan oleh jaksa penyidk di awal, juga sesuai fakta persidangan dan susuai dakwaan,” ungkap Denny.

Senada, terdakwa Mubin juga membantah telah melakukan tindak pidana korupsi sesuai yang dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum.

Terdakwa Mubin tetap pada pendiriannya bahwa pengurus koperasi ini dalam posisi tidak bersalah dalam melakukan pengelolaan pupuk subsidi.

Mubin meyakini tindakan yang dilakukan tidak menyalahi aturan, dan menilai unsur-unsur dakwaan dari JPU dianggap memberatkan terdakwa dan dianggap tidak fair.

”Pada intinya, terdakwa Mubin membantah telah melakukan tindak pidana korupsi sesuai yang ada dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum,” tegas Denny.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejari Jombang menetapkan dua tersangka. Masing-masing Mubin, 58,  selaku pengecer pupuk dan Sudiyanto, 62, selaku distributor pupuk sejak Senin (13/2).

Dalam perkembangannya, jaksa penyidik Kejari Jombang melimpahkan dua tersangka dan barang bukti kasus dugaan penyimpangan pupuk subdisi kepada jaksa penuntut umum (JPU), Jumat (21/7).

Usai menjalani pemeriksaan, keduanya digiring ke Lapas Kelas II b Jombang untuk menjalani penahanan.

Keduanya tersangka diduga melakukan serangkaian rekayasa dan bahkan membuat RDKK fiktif dalam penyaluran pupuk subsidi hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 480 juta.

Atas perbuatan, keduanya dijerat melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Ayat 1 ke 4 UU RI Nomor 31/1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20/2021 tentang Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 UU RI Nomor 31/1999 sebagaimana diubah UU RI Nomor 20/2021 tentang Tindak Pidana Korupsi. (admin)

artikel ini telah tayang di radarjombang.jawapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga