Selasa, 28 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Bupati Tana Toraja Bakal Tegaskan Aturan Pestisida Berlebih

ktnanasional – SULAWESI SELATAN, TANA TORAJA. Theofilus Allorerung, Bupati Tana Toraja (Tator) di Sulawesi Selatan (Sulsel), akan membatasi penggunaan pestisida yang berlebihan dalam pembukaan lahan Pertanian.

“Petani kita ini memang ingin lebih instan, padahal penggunaan pestisida ini sudah salah satu memicu terjadinya bencana longsor. Makanya kita akan larang sekarang,” kata Theofilus.

Theofilus menegaskan bahwa penggunaan pestisida menjadi salah satu pemicu longsor yang mengakibatkan kematian 20 orang dalam peristiwa baru-baru ini.

Longsor di Tana Toraja terjadi di dua lokasi yang berbeda. Bencana longsor pertama terjadi di Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale, pada Sabtu (13/4) sekitar pukul 23.30 Wita.

Sementara itu, longsor kedua terjadi di Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, pada Minggu (14/4).

Menurutnya, struktur tanah di Toraja secara umum terdiri dari sedimen dan aluvial, yang terdiri dari pasir dan lumpur. Oleh karena itu, penggunaan pestisida di lahan pertanian warga dapat membuat struktur tanah menjadi semakin labil dan rentan terhadap longsor.

“Perilaku warga yang masih terus menggunakan pestisida secara berlebihan dalam penanganan lahan semakin memperparah kondisi tanah yang sudah labil dan meningkatkan risiko longsor,” ungkapnya.

Theofilus mengakui bahwa dia akan segera meninjau regulasi terkait penggunaan pestisida melalui pembuatan peraturan daerah (Perda). Salah satu langkahnya adalah mewajibkan petani di lereng-lereng menggunakan metode terasering.

“Bagi petani yang bercocok tanam di lereng-lereng, akan diwajibkan menggunakan metode terasering. Kami akan meninjau hal ini untuk dijadikan bagian dari Perda,” ucapnya.

Theofilus menekankan bahwa bencana longsor yang baru-baru ini melanda dua kecamatan di Tana Toraja, menewaskan 20 orang, merupakan kejadian pertama kalinya.

Dia mengingatkan warga Tana Toraja untuk tetap waspada karena cuaca masih berpotensi hujan untuk beberapa hari ke depan.

“Ini pertama kali terjadi dengan jumlah korban jiwa sebanyak ini. Oleh karena itu, ini harus menjadi peringatan bagi kita semua untuk menjaga lingkungan hidup, menghindari alih fungsi hutan, dan hal-hal serupa. Warga harus tetap waspada karena hujan masih terus berlangsung,” ujarnya. (admin)

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga