Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Ceruk Pasar Sorgum Masih Besar : Petani di Cilacap Kembangkan Hingga 75 Hektare

ktnanasional – JAWA TENGAH, CILACAP. Sorgum bahan pangan yang potensial untuk memperkuat ketahanan pangan. Ceruk pasar sorgum masih besar. Tanaman family Poaceae itu optimal ditanam di beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, sorgum juga dapat diolah menjadi tepung layaknya gandum.

Pasalnya petani menuai dua bahan pangan sekaligus jika menanam sorgum dwiguna. Sorgum menghasilkan biji bahan tepung sekaligus nira dari perasan batang sehingga bisa menjadi nilai tambah petani.

Sorgum panen 3—4 bulan dengan produktivitas rata-rata 3—6 ton per ha. Rendemen sorgum menjadi tepung 70—80%. Sejumlah keunggulan sorgum seperti pangan sehat, bebas gluten, dan menghasilkan ragam produk pangan turunan lain seperti gula dan kecap.

Petani di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, Evi Ayunita, S.H., M.H., mengembangkan sorgum di lahan 75 hektare (ha). Rinciannya 25 ha milik pribadi, 10 ha kelompok tani binaan, dan 40 ha dari pemerintah daerah Cilacap.

Populasi sorgum mencapai 30.000 tanaman per ha dengan hasil panen rata-rata 4—5 ton per ha. Evi memanen rata-rata 3 ton dari lahan 75 ha per bulan. Ia memerlukan Rp6—8 juta untuk menanam sorgum di lahan 1 ha.

Ia menerima biji sorgum dari para petani binaan setelah 75 hari masa budidaya. Budidaya sorgum lebih singkat dibandingkan dengan padi. Petani dapat 3—4 kali menanam per tahun. Bahkan panen meratun hingga 3 kali.  Ratun itu kemampuan tanaman sorgum menghasilkan anakan baru setelah panen.

Keunggulan ratun memberikan tambahan produksi per musim tanam, hemat produksi, tenaga kerja, dan waktu. Singkat kata, sekali menanam sorgum petani tiga kali panen. Artinya menekan biaya pengolahan tanah, benih, dan tenaga kerja.

Produksi pada panen ke-2 mencapai 5 ton dan panen ke 3 (3 ton) per ha. Para petani binaan Evi menyerahkan biji sorgum degan harga Rp10.000 per kg. Evi lalu mengolah biji menjadi tepung untuk memenuhi permintaan pasar.

Rendemen dari bulir ke beras sorgum itu 80% dan susut 5% jika mengolah menjadi tepung. Artinya rendemen dari bulir sorgum menjadi tepung 75%. Harga beras sorgum Rp10.000 per kg. Sementara harga tepung sorgum Rp15.000 per kg.

Sorgum juga dibuat gula cair dan bahan penyedap asal batang nira. Menurut Evi ceruk pasar sorgum sangat besar. Permintaan dari sektor industri tepung di tanah air meminta 1.000 ton sorgum per bulan. Permintaan lain dari Timur Tengah mencapai 1.000 ton per bulan. Permintaan terbesar dari Italia yang menghendaki pasokan 50.000 ton per bulan.

Evi belum bisa memenuhi permintaan itu. Menurut Evi penganan seperti kue kering dan kue basah bisa menggunakan tepung sorgum. (admin)

artikel ini telah tayang di trubus.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga