Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

DBH Sawit Rp 8,7 Miliar Dikucurkan untuk Bulungan, Diprioritaskan untuk Pembangunan Infrastruktur

ktnanasinal.com – KALIMANTAN UTARA, BULUNGAN. Dana bagi hasil sawit bakal dinikmati daerah penghasil, setelah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 8,7 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Bupati Bulungan, Syarwani menilai bahwa kebijakan DBH perkebunan sawit yang berkelanjutan ini sangat penting . Berpihak pada para petani sawit dan masyarakat sekitar serta menjaga keseimbangan dan keberlangsungan lingkungan hidup. “Salah satu poin penting yang menjadi fokus pembahasan adalah kebijakan DBH perkebunan sawit.

Tahun ini, sambung Syarwani, Pemda Bulungan mendapatkan anggaran DBH Sawit sebesar Rp 8,7 miliar. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Keuangan RI Nomor 91 Tahun 2023 tentang Pengelolaan DBH Perkebunan sawit.

“Penggunaan DBH sawit akan difokuskan pada penanganan eksternalitas negatif dan memperhatikan kebutuhan daerah seperti pembangunan infrastruktur jalan sebesar 80 persen dan kegiatan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebesar 20 persen,” jelasnya.

Pembangunan dan pemeliharaan jalan dilakukan untuk membangunan atau memperbaiki kualitas jalan yang rusak atau tidak layak, menjaga kelancaran akses transportasi, membuka akses baru guna meningkatkan perekonomian lokal yang terkait dengan perkebunan sawit.

Sementara , kegiatan lainnya yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan mencakup bidang pendataan perkebunan sawit rakyat, penyusunan rencana aksi daerah (RAD) kelapa sawit berkelanjutan, pembinaan dan pendampingan untuk sertifikasi sustainable palm oil (SPO)  pekebun, rehabilitasi hutan dan lahan serta perlindungan sosial bagi pekerja perkebunan sawit yang belum terdaftar program jaminan sosial.

“Kebijakan DBH perkebunan sawit harus dilakukan secara berkelanjutan dan berpihak pada kedua belah pihak, yaitu para petani sawit dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dalam hal ini, pemerintah  memastikan bahwa kebijakan DBH sawit yang diterapkan dapat memadukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang seimbang.

Kegiatan pendukung yang menunjang industri perkebunan sawit yang dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat lokal dan lingkungan, bukan sebaliknya.

“Dengan cara ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku sawit untuk sektor industri, meningkatkan pendapatan petani sawit, memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan sawit dan menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” bebernya.

Sehingga keberlangsungan lingkungan, kesejahteraan petani dan kebutuhan industri sawit dapat terpenuhi secara bersama-sama. Dengan begitu, kebijakan DBH perkebunan sawit dapat bermanfaat bagi semua pihak secara adil dan berkelanjutan. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga