Kamis, 30 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Diduga Terlibat Penyalahgunaan 178 Sak Pupuk Subsidi, 3 Oknum Kelompok Tani di Situbondo Ditahan

ktnanasional – JAWA TIMUR, SITUBONDO. Polres Situbondo menahan tiga oknum anggota kelompok tani (poktan) di Situbondo, Jumat (10/5/2024).

Ketiga oknum poktan yang ditahan ini berasal dari tiga desa di Kecamatan Asembagus, Jangkar dan Arjasa itu, lantaran diduga telibat penyalahgunaan ratusan sak pupuk subsidi jenis Phonska.

Mereka berinisial W warga Desa Mojosari Kecamatan Asembagus, EP warga Desa/ Kecamatan Arjasa, dan NS warga Desa Sopet Kecamatan Jangkar.

Kapolres Situbondo, AKP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, melalui Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Momon, membenarkan adanya penahanan tiga orang kelompok tani yang diduga terlibat penyalahgunaan pupuk subsidi tersebut.

“Iya benar, ketiga orang yang diamankan dan ditetapkan tersangka langsung kita tahan,” ujar Momon.

Selain mengamankan tiga terduga pelaku, pihaknya juga menyita ratusan sak atau sebanyak 178 sak pupuk subsidi yang akan dikirim kepada pemesannya di Sragen, Jawa Tengah.

“Untuk sopir truk tidak ditahan dan hanya dijadikan saksi,” katanya.

Momon menjelaskan pada saat mendapat laporan adanya pengiriman pupuk subsidi, anggotanya langsung melakukan penyelidikan terhadap kendaraan truk yang akan membawa ratusan sak pupuk bersubsidi tersebut.

“Saat melihat truk nopol P 9829 UA, anggota langsung menghentikannya di perempatan lampu merah. Dan benar saat diperiksa truk itu berisi pupuk jenis Phonska,” ucapnya.

Untuk memastikan pupuk yang diamankan bersubsidi atau tidak, pihaknya mendatangkan ahli dari Dinas Pertanian Pemkab Situbondo untuk mengkrosceknya.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pupuk itu memang pupuk subsidi,” terangnya.

Akibat perbuatan ketiga oknum itu, pihaknya akan menjerat ketiga oknum kelompok tani itu dengan pasal dugaan tindak pidana pelaku usaha yang melakukan barang dan jasa yang dilarang diperdagangkan sebagai mana dimaksud pasal 107  jonto pasal 36 Undang undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan pasal 46 Undang undang nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti undang undang nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Dikatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus dugaan penyalahgunaan pupuk itu terhadap pelaku lainnya.

“Untuk identitasnya sudah kita ketahui dan masih kita dalami perannya,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id 

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga