Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Gelar Rembug Madya Dan Mimbar Sarasehan KTNA Sumut 2022

ktnanasional.com – Deli Serdang , Dalam mewujudkan petani dan nelayan Sumatera Utara sejahtera dan mandiri sangat perlu peningkatan perhatian disemua stakeholder bidang pertanian. Dinas Tanaman Pangan Dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara menggelar Rembug Madya dan Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), acara digelar diaula Pancur Gading Hotel & Resort Delitua Medan , selasa 15 November 2022.

Peserta Rembug Madya dan Mimbar Sarasehan meliputi Pengurus KTNA Provinsi, ketua dan sekretaris KTNA Kabupaten / Kota se-Sumatera Utara serta undangan lain, kegiatan berlangsung selama dua hari 15 -16 Nov 2022. Kegiatan diawali Rembug Madya dengan materi pembentukan panitia Provinsi jelang PENAS – XVI di Padang Sumatera Barat dan mengangkat Sartono sebagai ketua panitia Provinsi penyelenggara Peserta Penas , selain itu Rembug Madya menyepakati jumlah kontingen Peserta Penas sebanyak ± 1.500 orang .

Acara dilanjutkan dengan Mimbar Sarasehan KTNA. Hadir dalam acara Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Ir.Lusyantini, M.M. , Kabid Penyuluhan Pertanian Surtaman, S.P., M.M. , Wakil Ketua KTNA Sumatera Utara bidang OKK Frans Siahaan , Wakil Ketua KTNA Sumatera Utara Nurmaidah. Dalam laporan Kabid Penyuluhan Sutarman mengatakan ” Masing masing peserta hadir dari beberapa kabupaten / kota se-Sumut, KTNA merupakan Mitra Pemerintah yang tak terputuskan selalu bersinergi dalam mendampingi petani dan nelayan yang handal, peran-serta KTNA merupakan wujud nyata kepedulian terhadap Bangsa dan Negara .

Mengutip pidato sambutan Plt.Kadis TPH Sumatera Utara Ir. Lusyantini, M.M.Menjelang PENASXVI Padang Sumbar,Pemeritah provunsi Sumut sangat mendukung dan akan megkordinir dimasing masing Daerah agar mengirimkan peserta Penas. Lusyantini menambahkan Sumatera Utara adalah Provinsi penghasil pertanian terbesar, diantaranya beras nomor 4,cabe nomor 1,kentang nomor 3 dan jagung nomor 4 di Indonesia. Plt Kadis TPH ini memaparkan ada 2 opsi yang harus kita pahami Bersama : opsi pertama, petani harus paham untuk mengptimalkan pengunaan lahan dalam perhitungan 2 kalitanam pertahun dan kalua bisa lebih, opsi kedua petani harus dapat meningkatkan produksi hasil pertaniaannya dengan mengurangi ketergantungan pupuk kimia,secara bertahap kita bisa mengarah kepada lebih banyak memakai pupuk organic.Dijelaskan lebih lanjut kalau tahun ini pupuk subsidi hanya urea dan ponskha saja untuk pupuk KCL dan ZA tidak ada subsidi,untuk Urea 60 ribu ton dan untuk ponskha 20 ribu ton, sistem pendristribusian tidak menurut RDKK melaikan melului e – lokasi..” Tuturnya.

Menyoal tentang lembaga organisasi petani (KTNA) Plt Kadis TPH Provinsi Sumut sangat berbangga, sebab KTNA merupakan Mitra Pemerintah yang setia mendampingi Dinas Pertanian yang ada disetiap daerah, selalu bergandeng tangan dalam mewujudkan progam pemerintah. KTNA merupakan penyuluh pertanian swadya tanpa pamrih,selalu ada untuk petani dan nelayan , kesuseksan petani jadi harapan kami dari pemerintah dan tentunya ini harapan kita semua.” Tutupnya.(gatot)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga