Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Dirjen PSP Kementan Ali Jamil Cek Langsung Ketersediaan Pompa Air Di Indramayu Dan Cirebon

ktnanasional – JAWA BARAT, INDRAMAYU. Untuk memastikan ketersediaan sarana dan prasana peningkatan produktivitas pertanian, Dirjen PSP Kementan Ali Jamil Harahap, Ph.D meninjau langsung lokasi pertanian di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat. Ia berharap, panen padi bisa 3 Kali dalam setahun.

Dua lokasi yang ditinjau Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementerian Pertanian (Kementan) itu berada di Desa Kepringan, kecamatan Kerangkeng Kabupaten Indramayu dan Desa Gegesik Wetan, kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.

Alasan mengapa Ali Jamil mengunjungi kedua daerah itu adalah karena keduanya merupakan lokasi penerima manfaat sarana dan prasarana yang dikucurkan oleh Direktorat Jenderal PSP Kementan.

Ali Jamil di hadapan mesin pompa air

Sarana dan prasarana yang ditinjau Dirjen PSP adalah irigasi dan pompa untuk memastikan ketersediaan air di lahan sawah. Kata Ali Jamil, pihaknya meninjau langsung karena ingin mendorong petani sebagai pelaksana utama di lapangan agar menjadi lebih produktif lagi.

“Kami ingin mendorong petani sebagai pelaku utama dapat lebih produktif,” kata Ali Jamil, Jumat (23/2/2024).

Di Desa Gegesik Wetan Cirebon, Ali Jamil meninjau lahan pertanian seluas 330 hektar yang awalnya mengalami permasalahan ketersediaan air dengan memanfaatkan 5 pompa dan rehabilitasi jaringan tersier dari Ditjen PSP Kementan.

Ali Jamil menyatakan, pemberian pompa dan perbaikan jaringan tersier oleh Kementan ini harus bisa secara langsung dirasakan oleh masyarakat petani. Hal itu diperlukan untuk memastikan seluruh lahan pertanian memperoleh air yang baik.

Penggunaan pompa dan jaringan tersier sebagai prasarana dan sarana diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam para petani.

“Jadi dalam setahun petani bisa lebih banyak penghasilannya,” jelas Ali Jamil.

Panen padi 3 kali dalam setahun

Adapun di Desa Kepringan Indramayu, Ali Jamil meninjau lahan potensi seluas 700 hektar. Saat ini sebanyak 190 hektare lahan, tengah dalam proses olah dengan menggunakan pompa air. Para petani memanfaatkan pompa air untuk suplesi irigasi di lahan sawah desa. Penggunaan pompa dan tersier sebagai prasarana dan sarana diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam para petani.

Dengan menggunakan prasarana tersebut, Ali Jamil menegaskan, masyarakat petani didorong bisa menanam dan memanen padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Jadi dalam setahun petani dapat lebih banyak penghasilannya. (admin)

artikel ini telah tayang di triasinfo.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga