Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Disbun Kaltim susun program perkebunan berbasis korporasi petani

ktnanasional.com – SAMARINDA. Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Disbun Kaltim) sedang menyusun program pengembangan kawasan perkebunan berbasis korporasi petani untuk diterapkan di Kabupaten Paser sebagai proyek penting penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani.

“Ini merupakan terobosan untuk mengawal peningkatan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat kelembagaan petani dan mampu bekerja sama melalui kemitraan,” ujar Kepala Disbun Kaltim Ahmad Muzakkir di Samarinda, Kaltim, Minggu.

Dalam upaya ini, tim di Disbun Kaltim telah melakukan studi banding ke Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 9-12 Oktober lalu untuk mendalami pola pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi, untuk ditiru dan dimodifikasi di Kabupaten Paser.

Korporasi petani merupakan salah satu upaya membantu kelompok tani dalam jumlah besar dan membekali kelompok tani dengan manajemen, aplikasi, serta cara produksi dan pengolahan yang modern.

“Dalam hal ini, tentu dilakukan dengan penguatan dari hulu ke hilir, sehingga ke depan diharapkan petani di Kaltim khususnya di Kabupaten Paser, akan mendapatkan keuntungan lebih besar, karena bukan sekadar bertani, tapi sudah mengarah ke korporasi,” katanya.

Program ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18/ Permentan/ RC.040/4/ 1018 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Pertanian Berbasis Korporasi Petani.

Salah satu yang didorong di Paser terkait korporasi ini adalah pendirian pabrik minyak goreng mini kelapa sawit, karena perkebunan kelapa sawit rakyat di Paser cukup luas, sehingga melalui program ini, maka sejumlah kelompok tani digabungkan dan dikuatkan kelembagaannya untuk mendirikan pabrik.

Korporasi petani merupakan kelembagaan ekonomi petani berbadan hukum yang berbentuk koperasi atau badan hukum lain dengan sebagian besar kepemilikan modal dimiliki oleh petani, sehingga petani akan memiliki nilai tambah.

“Seluruh kelompok tani digabung dalam korporasi agar bisa menyatu dan skala usaha mereka bisa lebih besar, sehingga punya kemampuan akses pasar yang lebih luas dengan menjalin kemitraan usaha,” katanya. (admin)

Artikel telah tayang di antaranews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga