Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Diskusi Tim Kantor Staf Presiden (KSP) dan Petani Gumbasa Sulawesi Tengah

ktnanasional.com – SULTENG Sigi Biromaru:  30 Agustus 2023 bertempat dilokasi “Agro Edukasi Wisata” Bulupountu Jaya Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah telah berlangsung Diskusi dengan Tim Kantor Staf Presiden (KSP) Ketua Tim Lutfi Nugroho bersama Ketua KTNA Sulteng Yvone Kasese.

Hadir pula KTNA Kota Palu dan Sigi, Penyuluh Pertanian Provinsi serta para petani pemakai air Daerah Irigasi Gumbasa pada beberapa Kecamatan di Kabupaten Sigi dan Kota Palu khususnya Kelurahan Petobo.

Bebarapa permasalahan petani antara lain belum tersedianya air irigasi, dibutuhkan perataan tanah  lahan sawah yang terbelah dan bergelombang akibat gempa, perlunya alat dan mesin pertanian untuk pengolahan tanah dan panen.

Dibahas pula perlunya pupuk organik untuk pembenah tanah serta pencetakan sawah di daerah likuifaksi  petobo pasca bencana alam Tahun 2018.

Dari pihak KTNA Sulteng juga memberikan usulan kepada Tim KSP tentang perbaikan jaringan  irigasi sungai Lewara Kecamatan  Marawola Kabupaten Sigi Wilayah Kerja  BPP Sunju dengan  lahan pertanian yang terdampak seluas sekitar 380 Ha sehingga banyak lahan potensial pertanian sudah beralih fungsi menjadi perumahan.

Hasil pertemuan ini dari pihak KSP akan membahas  melalui pertemuan di tingkat Pemerintah Daerah Provinsi  Sulawesi Tengah  bersama Balai Wilayah Sungai III dan Instansi terkait. Hal ini perlu dilakukan dalam upaya mempercepat pembangunan dan perbaikan irigasi untuk kepentingan petani. Diharapkan nantinya dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi Kelompok Tani dalam menghasilkan komoditi pertanian untuk peningkatan pendapatan para petani dan tumbuhnya lapangan kerja disektor pertanian.

Tim KSP menyampaikan informasi bahwa diperkirakan akhir bulan September 2023 irigasi sudah akan berfungsi untuk mengairi lahan pertanian. Diharapkan setelah irigasi berfungsi normal produksi padi akan meningkat dari saat ini berkisar 4 – 7 ton per hektar.

Pasca gempa para petani beralih komoditi dari padi menjadi  tanaman pisang dan cabe serta tanaman pangan lainnya yang tidak terlalu membutuhkan air. Pada lahan tertentu para petani membuat sumur dangkal dan membeli alkon (mesin pompa air) dengan biaya sendiri untuk mengairi lahan hanya saja biaya operasionalnya mahal dari sisi pembelian BBM atau pompa air menggunakan pulsa listrik.

Sebagian lahan hanya dibiarkan begitu saja merumput menjadi lahan penggembalaan ternak. Sementara yang tadinya merupakan lahan kolam, saat ini beralih menjadi lahan hortikultura dengan komoditi sayur mayur. (ma)

Penulis: Muhammad  Adam, Penyuluh Pertanian Provinsi/ Sekretaris PPPSI DPW Sulawesi Tengah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga