Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Dituding Rampas 40 Hektare Lahan Masyarakat, Ketua Kelompok Tani Karya Bangun Sebut Lahan Dibiarkan Terbengkalai

ktnanasional.com – BALIKPAPAN. Ketua Kelompok Tani Karya Bangun, Mansyur membantah tuduhan yang dilayangkan sekelompok orang yang menudingnya melakukan perampasan 40 hektare lahan masyarakat di RT 7 Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Mansyur mengatakan, tuduhan tersebut dilayangkan pria berinisial RY yang merupakan kuasa dari 20 warga yang tinggal di RT 7. Surat tersebut dilayangkan kesejumlah institusi, mulai dari tingkat kabupaten, Polres hingga Polda Kaltim atas perampasan 40 hektare lahan yang dikelola 20 warga.

Dia menerangkan, bahwa 40 hektare lahan yang dikuasakan kepada RY atas 20 warga, merupakan lahan garapan yang masuk dalam Kelompok Tani Karya Bangun sejak dibentuk pada 1989.  Puluhan warga tersebut sebelumnya juga merupakan anggota Kelompok Tani Karya Bangun. Namun, sejak 1994, lahan berupa hutan yang kemudian dikelola menjadi kebun masyarakat tersebut terbengkalai selama bertahun-tahun.  “Padahal dalam surat keputusan yang kita buat tahun 1989 dijelaskan disitu ada dituangkan. Bila 3 tahun berturut turut tidak dikerjakan, maka hak mengolah lahan dilepas,” kata Mansyur, Kamis (5/10/2023).

Mansyur juga sebelumya telah mengingatkan beberapa kali terhadap setiap anggota kelompok tani untuk tidak membiarkan lahan garapannya terbengkalai. Namun, peringatan yang disampaikan tak diindahkan.

Terkait dengan tudingan telah melakukan perampasan lahan, Mansyur mengaku tak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum atas tuduhan yang dinilai telah merugikan itu. “Saya masih telaah dulu, apa saya terima atau tidak,” ungkap dia.

Terpisah, Lurah Karya Merdeka, Hambiyah menerangkan, status lahan yang dikelola Kelompok Tani Karya Bangun masuk dalam wilayah Hutan Produksi sesuai dengan surat keputusan Menteri Kehutanan nomor : SK.718/Menhut-II/2014. Sehingga ia meminta persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam internal Kelompok Tani Karya Bangun.  “Saya juga menghimbau agar Ketua Kelompok Tani Karya Bangun dapat mengakomodir dan merekrut kembali anggotanya dan mengikuti aturan yang ada,” kata Hambiyah melalui keterangan tertulisnya.

artikel telah tayang di korankaltim.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga