Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

DKP Kulonprogo Regenerasi Pokdakan, Ini Strategi yang Dipersiapkan

ktnanasional.com – KULONPROGO. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo mengusulkan untuk meregenerasi kelompok budi daya ikan (Pokdakan). Regenerasi tersebut dianggap penting karena mayoritas anggota pokdakan saat ini berusia di atas 50 tahun. Apabila anggota pokdakan menurun maka produksi perikanan juga terdampat dan terancam menurun.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan regenerasi Pokdakan merupakan salah satu usulan kegiatan strategis DKP Kulonprogo dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi perikanan budidaya.

“Kegiatan ini diformat dalam tagline cecikal atau penumbuhan kelompok baru pembudi daya ikan milenial dengan kisaran umur anggota antara 17 sampai dengan 25 tahun,” kata Trenggono dihubungi, Rabu (25/10/2023).

Trenggono menambahkan rancangan yang pihaknya telah persiapkan adalah menggait mahasiswa jurusan perikanan yang berasal dari Kulonprogo untuk membentuk Pokdakan baru sekaligus mereka lah yang menjadi ketua Pokdakan.

Dengan begitu, Pemkab Kulonprogo melalui DKP membuka ruang kerja sama dengan kampus penyelenggaran pendidikan jurusan perikanan seperti Universitas Gajah Mada (UGM). Kerja sama dapat mencakup pemberian data personel dimaksud, memberikan motivasi kepada mahasiswa, sampai objek penelitian tugas akhir.

Dalam kegiatan regenerasi pokdakan terdapat beberapa skenario penganggaran yaitu pengusulan anggaran ke APBN, APBD, dan Dana Keistimewaan (Danais).

“Pokdakan milenial kita usulkan untuk difasilitasi dengan sarana-prasarana produksi berupa sepuluh kolam bulat diameter dua meter dengan jenis komoditas utama lele dan gurami beserta pakan dan probiotiknya,” katanya.

Lebih jauh, Trenggono menjelaskan perlu adanya anggaran khusus untuk pelatihan dan benchmarking agar pokdakan milenial punya skill dan pengalaman awal dalam berbudidaya ikan.

“Target tahun 2024 kita usulkan 1 pokdakan milenial untuk tiap Kapanewon di Kabupaten Kulonprogo,” ucapnya.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan DKP Kulonprogo, Suryadi, mengatakan meningkatnya produksi perikanan akan menimbulkan efek berganda atau multiplier effect seperti meningkatkan penghasilan dan kualitas hidup pelaku usaha budidaya ikan, masyarakat lingkungan perikanan, dan masyarakat umum. Dia juga mengatakan keuntungan utama dari budi daya ikan adalah tercukupinya kebutuhan gizi dengan nutrisi dari protein ikan.

“Protein itu akan meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan penting dalam penanggulangan stunting atau tengkes pada anak. Oleh sebab itu, pasokan ikan perlu dijaga salah satunya dengan meregenerasi Pokdakan,” kata Suryadi. (admin)

artikel ini telah tayang di harianjogja.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga