Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Duh, Kabupaten Blitar Kekurangan Penyuluh Pertanian

ktnanasional.com – BLITAR, Tidak banyak petani yang mengetahui adanya Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di hampir setiap kecamatan di Blitar. Bahkan, jumlah penyuluh tidak sepadan dengan angka petani yang ada di Kabupaten Blitar. Hal itu membuat Kabupaten Blitar kekurangan penyuluh pertanian untuk pendampingan petani.

Dari data milik Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSMP), angka petani di Kabupaten Blitar mencapai lebih dari 95 ribu dan hanya memiliki 96 tenaga penyuluh. Jumlah itu tersebar di 28 kelurahan dan 220 desa. Sayangnya, lembaga penyuluhan milik pemerintah kabupaten (pemkab) belum bisa menampung inspirasi petani sebanyak itu.

“Idealnya tiap desa memiliki satu personel dari BPP. Namun faktanya hanya terdapat 4 hingga 6 personel pada setiap kantor balai,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blitar, Wawan Widianto, kemarin (3/7).

Meskipun kekurangan personel penyuluh, untungnya masih ada penyuluh swadaya. Atau petani yang sudah dianggap sukses agar dapat membantu para petani di desa-desa. Penyuluh milik dinas atau disebut penyuluh pertanian lapangan (PPL) harus berkolaborasi dengan pihak swadaya agar membuat petani lebih maju.

PPL tersebut setiap hari berkeliling ke desa-desa untuk mendampingi dan menampung aspirsasi para kelompok tani. Mereka mencari data-data pertanian melalui koordinasi dengan pemerintah desa. PPL ini juga bertugas untuk mencontohkan teknologi pertanian yang terbaru.

“Ada atau tidaknya progam, sudah tupoksinya PPL untuk mendampingi para petani. Sehingga tidak melulu di kantor,” terangnya.

Dia melanjutkan, tidak semua BPP dapat melakukan pelatihan untuk petani atau bagi penyuluh. Hanya BPP tertentu yang dipilih untuk melakukan pelatihan. Terakhir, 25 Juni lalu, ada pelatihan agribisnis tanaman jagung di BPP Kecamatan Ponggok. Lantaran merupakan salah satu daerah sentra produksi jagung di Blitar.

Sementara itu, petani asal Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Frebdunam Ramlan mengatakan bahwadua tahun lalu pernah merasakan didampingi oleh PPL. Namun, itu tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan melakukan pendampingan. Bahkan pernah mengadakan pelatihan pertanian di kelompok tani. “Bila ada petugas PPL lagi, saya rasa dibutuhkan di kelompok tani di Desa Pasirharjo,” pungkasnya.(radarblitar/jar/c1/din)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga