Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Embung Grape di Madiun Enam Tahun Mangkrak, KTNA Minta Pengelolaan Dialihkan ke Daerah

ktnanasional.com – MADIUN. Enam tahun lalu, Embung Grape yang ada Desa Bolo, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun digandang-gadang bisa membantu petani, terutama saat musim kemarau.

Namun saat ini Embung Grape kondisinya tidak terawat. Bahkan hingga kini belum difungsikan.

“Embung ini harapan besar petani, tapi sejak dibangun 2017 lalu sampai sekarang tidak berfungsi atau bisa dikatakan mangkrak enam tahun,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun Suharno, Rabu (18/10).

Menurutnya, para petani masih mengandalkan air dari Sungai Catur untuk irigasi, alih-alih menggunakan embung. Padahal embung tersebut berkapasitas 1.000 meter kubik.

Biaya pembangunannya menyedot anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Rp 6,2 miliar dan sebesar Rp 12 miliar dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo itu sangat disayangkan tidak ada tindak lanjut pengelolaan yang maksimal.

“Padahal embung ini untuk menambah debit air yang ada di Sungai Catur untuk tiga kecamatan. Yakni Dagangan, Geger, dan Wungu,” bebernya.

“Progresnya sudah matang. Namun tidak ada tindak lanjut yang signifikan. Kami berharap status embung segera dikelola,” lanjut Harno.

Saat ini pengelolaan masih di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Pun pihak KTNA sudah mengajukan usulan terkait pengelolaan agar bisa diserahkan ke Pemkab Madiun.

Khususnya OPD yang menangani perairan. Nantinya, OPD itu bisa berkoordinasi dengan Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dalam pengoperasiannya. “Sembari itu, tolong dirawat, bisa dilihat banyak sedimen ini perlu pengerukan agar daya tampungnya maksimal,” jelasnya. (admin)

artikel ini telah tayang di radarmadiun.jawapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga