Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

FAO: Peningkatan Harga Pangan adalah Fenomena Global

ktnanasional.com – JAKARTA, Perubahan iklim berdampak buruk pada pertanian seluruh dunia dan Indonesia adalah salah satu yang terdampak paling serius. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agriculture Organitation/FAO) telah memperingatkan dampaknya pada ketersediaan pangan bagi seluruh dunia, termasuk Indonesia yang berpenduduk 270 juta jiwa lebih, sehingga perlu segera diantisipasi.

Peringatan FAO telah direspon cepat melalui upaya ekstensifikasi maupun intensifikasi dengan segala konsekuensi yang mungkin terjadi. Food estate dibangun dan infrastruktur pertanian dikebut. Upaya peningkatan produktivitas dengan dukungan bantuan peralatan mekanis dan sarana produksi lain, peningkatan intensitas tanam, khususnya di daerah yang berpengairan sepanjang tahun.

FAO berkomitmen untuk tetap memberikan dukungan dalam pemecahan masalah pertanian dan pangan di Indonesia yang sudah menjadi anggota sejak tahun 1948. Dukungan sudah diberikan sejak dulu, dan yang sedang dilakukan saat ini adalah terhadap peningkatan produktivitas, penanganan hama penyakit dan Sensus Pertanian 2023.

Dalam pertemuannya dengan Tabloid Sinar Tani, Memed Gunawan (Pimpinan Umum) dan Iqbal (Manager Pengembangan), Representative FAO untuk Indonesia, Mr Rajendra Aryal menunjukkan bahwa peningkatan harga pangan saat ini melanda seluruh negara di dunia. Tetapi akibat kendala informasi, banyak masyarakat menganggap ini situasi lokal bukan merupakan fenomena global.

Gejolak harga serentak terjadi akibat India memutuskan untuk menghentikan ekspor beras, sehingga harga beras di Thailand dan Vietnam melonjak dan berpotensi akan mengguncang pasar global. Internatitonal Monetary Fund (IMF) dan FAO telah meminta pemerintah India untuk mengakhiri larangan ekspor beras karena telah menyebabkan kenaikan harga beras dunia. (Financial Express).

Terakhir diberitakan bahwa diperkiraan panen di India akan bagus, sehingga kemungkinan ekspor beras akan diberlakukan kembali oleh negara tersebut. Pelajaran yang bisa dipetik adalah, kenaikan harga pangan saat ini adalah fenomena global. Banyak aspek penyebabnya tidak hanya perubahan iklim, tetapi juga dampak pandemi Covid-19 dan perang yang sedang terjadi antara Rusia dan Ukraina, yang mengganggu lalulintas perdagangan pangan.

Upaya kita harus tetap memberikan informasi perubahan iklim dan berbagai dampaknya kepada seluruh masyarakat, khususnya di pedesaan, sementara kita harus fokus untuk mitigasi dampak. Ini lebih penting dibanding ketakutan dan kepanikan yang membuat seluruh negeri menjadi lebih tidak fokus menangani masalah. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga