Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Fokus Sektor Pertanian, Kampung Raja Mapan Milik Kukar Raih Penghargaan

ktnanasional.com – TENGGARONG, Sektor pertanian memang menjadi prioritas utama yang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar). Tak hanya ingin melepas dari ketergantungan pada Sumber Daya Alam (SDA) saja, tapi juga mengambil peluang untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Bahkan upaya inipun, membuahkan hasil berupa penghargaan dari pemerintah pusat. Terbaru, berhasil masuk dalam 24 Daftar Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Tahun 2023, Klaster Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Yakni mendapatkan predikat sebagai Kawasan Masyarakat Pertanian Unggulan Rakyat Sejahtera Mandiri Pangan atau Kampung Raja Mapan. Langsung dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), pada ajang Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023.

Upaya yang dilakukan pun, berupa pemberian dan penyaluran pupuk bagi petani di Kukar, penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan). Tak hanya berupa sarana pertanian saja, juga menyiapkan pelatihan, serta keperluan lainnya untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Meskipun begitu, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menyebut ini bukan semata-mata untuk meraih prestasi saja. Namun juga perhatian lebih untuk petani Kukar. “Rasa syukur dan bahagia, tentu pengharaan ini sebagai pengingat kita semua, keberpihakan terhadap petani harus ditingkatkan lagi, petani harus lebih mudah mengakses bantuan,” ucap Rendi.

“Pemkab terus berupaya persoalan pokok yang dialami petani harus segera dicarikan jalan keluar,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, rangkaian proses KIPP 2023 menghasilkan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji yang terdiri dari Top 45 Inovasi Kelompok Umum dan 5 pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa menyebutkan bahwa penilaian KIPP 2023 dilakukan secara independen dan akuntabel oleh Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen tanpa intervensi dari pihak manapun.

Diah pun mendorong agar pimpinan instansi untuk melakukan scalling up terhadap inovasi yang ada di wilayahnya untuk diterapkan dalam skala yang lebih luas.

“Finalis Top Inovasi, yang terdiri dari Top 99 inovasi kelompok umum dan Top 15 inovasi kelompok khusus, telah menjalani proses penilaian lanjutan berupa presentasi dan wawancara serta verifikasi dan observasi lapangan,” tutup Diah Natalisa. (admin)

Artikel telah tayang di mediakaltim.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga