Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Food Estate Kalteng, Basuki : Sudah bisa Ditanami, Tapi Gak Ada Orangnya

ktnanasional.com – Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan progres pembangunan food estate di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Tengah hingga Papua.

Khusus untuk food estate di Kalimantan Tengah dengan fokus komoditas padi dan tanaman pangan termasuk singkong, Basuki menjelaskan lahan seluas 43.500 hektare itu sudah bisa ditanami.

“Pak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) membuktikan lahannya sudah bisa ditanami, hanya karena memang mungkin orangnya gak ada, jadi agak lambat. Jadi kita setop di 43.500 hektare,” jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11).

Dalam pelaksanaannya, Kementerian PUPR melakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan daerah irigasi rawa (DIR) sepanjang 2.195 km, pembangunan 166 unit pintu air, dan pembuatan jembatan serta 60 box culvert. Ada juga peningkatan jalan sepanjang 77,30 km dan jembatan 230 meter.

Lahan Persawahan di Desa Mawar Mekar Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas, bagian dari lahan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah

Kalau kita kilas balik kebelakang, proyek lahan gambut satu juta hektar di provinsi Kalimantan Tengah, merupakan proyek era Pembangunan Orde Baru yang digagas oleh Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan (PPH) pada saat itu di daerah dominan lahan gambut. Proyek tersebut awalnya diluncurkan pada tahun 1995 sebagai bagian dari ambisi pemerintahan Orde Baru untuk mencapai kembali posisi swasembada beras.

Pada 26 Desember 1995, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 82 mengenai Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Satu Juta Hektar di Kalimantan Tengah. Tujuan proyek tersebut untuk menyediakan lahan pertanian baru dengan mengubah satu juta hektar lahan gambut dan rawa untuk penanaman padi. Harapannya waktu itu adalah produksi beras 5 juta ton per tahun. Namun proyek tersebut dianggap gagal total.

Kunjungan Ketum KTNA Nasional Ke Lahan Food Estate Kalteng Didampingi Ketua KTNA Kalteng Sahrian dan jajarannya, serta Ketua Koperasi KPTNI dr Rosihan Anwar

M. Yadi Sofyan Noor Ketua KTNA Nasional pada tanggal 27 Februari 2022 telah melakukan kunjungan ke lokasi persawahan lahan gambut diProvinsi Kalimantan Tengah. Tanaman padi sawah yang dikunjungi ketua umum KTNA merupakan hasil kolaborasi TNI dari Kodim 1011 Kuala Kapuas dan petani di desa Mawar Mekar. “Saya kebetulan sudah ke sana (food estate Kalteng) dan dari 65.000 hektare yang ada, 28.000 di antaranya sudah bisa ditanami. Alhamdulillah hasilnya juga maksimal karena sudah panen. Menurut saya, program ini bisa jadi kekuatan kita di dunia, jika semua lahan sudah dimanfaatkan dan digarap dengan baik” ujar Sofyan.

Selanjutnya disampaikan bahwa untuk mencetak sawah butuh waktu yang lama tidak serta merta begitu dibuka langsung ditanami dan panennya baik. Saat ini apa yang terjadi di lokasi Food Estate Kalimantan Tengah, petani sudah bisa menamam padi secara normal dan pertumbuhannya baik. “Bahkan sebelum ada proyek lahan sejuta hektar petani sudah terbiasa menanam padi secara tradisional dilahan gambut, tentu dengan memperhatikan kearifan lokal yang berlaku di daerah tersebut” katanya. (mh)

Sebagian dari artikel ini telah terbit di CNN Indonesia

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga