Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Garam Melimpah, Produksi Nasional Sentuh 2,5 Juta Ton

ktnanasional – JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut berhasil mencatatkan produksi garam sebesar 2,5 juta ton pada tahun 2023, melebihi target yang ditetapkan sebesar 1,7 juta ton sebanyak 147 persen.

Produksi garam yang mencapai 2,2 juta ton menjadi tonggak penting bagi sektor produksi garam rakyat, yang menunjukkan kontribusi signifikan masyarakat dalam industri ini.

Di Provinsi Jawa Timur, produksi garam mencapai puncaknya, mengukuhkan posisi provinsi tersebut sebagai pemimpin dalam industri ini dengan total 802 ribu ton.

Sementara itu, Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat juga menorehkan prestasi luar biasa dengan masing-masing mencatatkan produksi 652 ribu ton dan 394 ribu ton garam.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Victor Gustaaf Manoppo, menyoroti kontribusi 13 provinsi lainnya dalam mencapai target produksi garam nasional.

Selain produksi oleh masyarakat, garam juga dihasilkan oleh perusahaan BUMN dan swasta seperti PT Garam, PT Cheetam, PT Timor Livestock Lestari, dan PT Tjakrawala Timur Sentosa.

Hal ini tentunya menunjukkan keragaman dalam sumber daya yang terlibat dalam industri garam, yang membantu memastikan ketersediaan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mungkin juga untuk ekspor.

Victor menambahkan, keberhasilan capaian produksi garam nasional bukan sekadar tentang angka-angka statistik yang mencolok, tetapi juga tentang dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat pesisir.

“Masyarakat lokal menjadi agen perubahan yang memajukan potensi sektor kelautan, menciptakan keberlanjutan ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan mereka,” ungkapnya.

Menyadari pentingnya peran masyarakat lokal, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan berbagai intervensi untuk mendukung dan meningkatkan produksi garam nasional.

Direktur Jasa Kelautan Miftahul Huda mengatakan, salah satunya melalui pembangunan 23 Gudang Garam Rakyat dan fasilitasi sistem resi gudang pada 7 koperasi garam.

“Selain itu, revitalisasi washing plant di beberapa lokasi strategis seperti Indramayu, Brebes, Gresik, dan Pasuruan juga dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi,” ungkapnya.

“Selain langkah-langkah yang telah disebutkan sebelumnya, KKP juga telah melakukan berbagai upaya lain untuk meningkatkan industri garam di Indonesia,” sebutnya.

Salah satunya adalah integrasi sejumlah besar lahan garam seluas 3.787 hektare, yang membantu meningkatkan produksi secara keseluruhan.

Selain itu, bantuan alat pemurnian air tua di Indramayu dan Brebes merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas produk garam.

KKP juga memberikan pendampingan dalam standardisasi pengolahan garam di enam kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga meningkatkan efisiensi dan kualitas produk secara keseluruhan.

Selain itu, penerbitan tiga sertifikat garam indikasi geografis menunjukkan upaya KKP dalam melindungi dan mempromosikan keunggulan produk garam dari berbagai daerah, seperti di Amed Kabupaten Karangasem dan Kusamba Kabupaten Klungkung Provinsi Bali, serta di Gunung Krayan yang terletak di Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

“Tentunya ini bentuk komitmen KKP dalam memacu produksi garam rakyat. Inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui Program Usaha Garam Rakyat (PUGAR) sangat memberikan dorongan signifikan,” jelas Huda.

Libatkan Masyarakat 

Huda menambahkan, melibatkan petani garam lokal dalam program tersebut bukan hanya sekadar meningkatkan produksi garam, tetapi juga memberdayakan masyarakat di wilayah pesisir.

Dengan adanya penerapan teknologi modern dalam produksi garam, termasuk teknik pengumpulan dan pengolahan yang lebih efisien, produktivitas produksi garam oleh masyarakat juga meningkat.

Selain itu, penggunaan teknologi modern juga dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, sehingga menjadikan industri garam lebih kompetitif di pasar domestik maupun internasional.

Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak positif pada produksi garam, tetapi juga pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal secara luas.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, seluruh unit KKP terus berkomitmen melaksanakan roadmap implementasi kebijakan ekonomi biru salah satunya melalui Pengembangan garam rakyat yang telah menjadi kunci pemanfaatan kelautan secara berkelanjutan agar swasembada garam nasional dapat diwujudkan. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga