Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Gelontorkan Dana hingga Rp5,5 M, Pemprov Kalimantan Timur Gencar Serahkan Bantuan ke Kelompok Tani Berupa…

ktnanasional.com – KALIMANTAN TIMUR. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini tengah menggelontorkan dana senilai Rp5,5 miliar kepada kelompok tani Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tepatnya pada di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Bantuan ini diserahkan oleh Pemprov Kalimantan Timur kepada masyarakat di akhir November atau awal Desember 2023 mendatang.

Adapun bantuan dana tersebut berupa alat-alat pertanian. Seperti hand sprayer (alat semprot), pompa air, hingga combine harvester (alat panen).

Adapun total anggaran Rp5,5 miliar ini berasal dari APBN Kalimantan Timur tahun 2023.

Melansir informasi resmi dari Pemprov Kaltim, dana bantuan tersebut disampaikan oleh Pejabat Gubernur Kalimantan Timur yakni Akmal Malik.

Hal ini dikarenakan Pemprov Kaltim tengah memberikan dukungan secara penuh kepada masyarakat khususnya pembangunan di sektor pertanian.

Termasuk kawasan sentra pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dengan begitu, Provinsi Kalimantan Timur tidak harus selalu bergantung dengan pasokan pangan dari luar daerah.

Terlebih, dengan adanya perpindahan ibu kota ke wilayah Sepaku, Kabupaten Penajam Paser tentu kebutuhan pangannya akan terus meningkat.

Pemprov Kaltim sendiri saat ini telah mengembangkan setidaknya 1 juta hektare lahan pertanian.

Yakni dengan menyediakan lahan pertanian lalu menetapkan kebijakan dan program perluasan/pemanfaatan lahan pertanian.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan swasembada pangan lokal di daerah ini.

Hal tersebut telah dilakukan sejak tahun 2019 lalu sampai 2023 saat ini.

Tidak hanya memberikan bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga mendapatkan arahan untuk menyelesaikan masalah irigasi di desa ini.

Pasalnya, di Desa Gunung Mulia dan sekitarnya tengah mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang memanjang.

Saat ini pun para petani kesulitan dalam menanam padi. Padahal lokasinya tercatat sebagai area lumbung pangan di Kalimantan Timur.

Terlebih luas area pertaniannya juga cukup potensial. Dengan adanya sumber air yang tersedia maka tentu panen dapat dilakukan dalam 3 kali setahun. (admin)

artikel ini tleah tayang di innalar.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga