Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Geseku, Inovasi Kabupaten Blora Raih IGA Award

ktnanasional – JAWA TENGAH, BLORA. Dengan mengusung inovasi GESEKU, Pemerintah Daerah Kabupaten Blora, Jawa Tengah,  berhasil menjadi salah satu penerima penghargaan IGA (Innovative Government Award ) Th 2023. Dari proses seleksi yang ketat,  IGA menobatkan 16 kabupaten terpilih sebagai Kabupaten Terinovatif.

Bupati Blora,  H. Arief Rohman, bersama para bupati dari 16 kabupaten terpilih,  menerima piala dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian beberapa waktu lalu.

Dalam acara Penganugerahan Innovative Government Award 2023,  Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo, MPd, , mengatakan bahwa  IGA yang dilaksanakan secara regular setiap tahun oleh Kementrian Dalam Negeri, tahun ini diikuti 527 Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota) yang menampilkan  28.539 inovasi.

“Ribuan inovasi yang diajukan pemerintah daerah diseleksi melalaui tahapan Seleksi Indeks Inovasi, Presentasi Kepala Daerah dan Validasi Lapangan” ungkapnya.

Pada tanggal 12 Oktober 2023, Bupati Blora, Arief Rohman telah mempresentasikan inovasi “Gerakan Kotak Sejuta Umat” atau GESEKU dihadapan Tim di Kementrian Dalam Negeri.

Sedangkan Validasi lapangan dilaksanakan tanggal 12 Oktober 2023. Drs. Awan Yanuarko, MSi, salah satu  Tim Juri yang melaksanakan validasi lapangan di Blora,mengatakan bahwa pemda Blora merupakan salah satu dari  43 pemerintah daerah yang dilakukan

validasi lapangan  Dalam tahapan penilaian,  43 pemda tersebut sudah masuk “ Pemda Sangat Inovatif ”  mereka ini terdiri dari 2 provinsi, 25 kabupaten dan 15 kota.

Pemerintah daerah yang lolos divalidasi lapangan merupakan nominator dengan gabungan nilai tertinggi antara hasil Indeks Inovasi Daerah dan Hasil Presentasi Kepala Daerah Tahun 2023. Komposisi nilai presentasi 80% provinsi, kabupaten dan kota.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam sambutannya berpesan agar Inovasi yang diciptakan oleh pemerintah daerah hendaknya jangan hanya ditujukan untuk meraih award.

“Tetapi inovasi agar diperkuat sehingga menjadi berupa suatu sistem kerja. Sehingga inovasi tersebut dapat terus berjalan walaupun para pejabat atau petugas telah berganti-ganti” ujarnya .

GESEKU memang pantas mendapat penghargaan, inovasi ini merupakan ide yang cemerlang untuk Solusi membantu petani mengatasi masalah keterbatasan pupuk bersubsidi saat ini.

Pemerintah daerah secara masif dan sistematis menggerakkan masyarakat peternak, untuk mengumpulkan kotoran ternak dalam satu kotak diderkat kandang, lalu difermentasi menggunakan probiotik, kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk organik penambah atau pengganti pupuk kimia.

Gerakan ini diberi nama “ Gerakan Masif Menjadikan Kotoran Ternak Bermutu dan Bermanfaat “  sebagai  Agar mudah diingat nama program tersebut  disingkat menjadi : “Gerakan Sejuta Kotak  Umat”. Namun dirasakan kalimat  “Gerakan Sejuta Kotak  Umat”  juga masih kepanjangan, maka  disingkat lagi menjadi: GESEKU.

Berkurangnya quota pupuk bersubsidi di Blora justru menjadi titik balik untuk memperbaiki kerusakan tanah pertanian. Sebenarnya kita telah menyadari, bahwa penggunaan pupuk pabrikan atau pupuk anorganik juga meninggalkan dampak buruk bagi kesuburan tanah.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, SP, MMA Plt, saat ini kondisi kesuburan tanah di kabupaten Blora sudah perlu mendapat perhatian serius.

“Berdasarkan hasil uji sampel,  kandungan Bahan Organik (BO) lahan pertanian di Blora rata-rata tinggal 1.5 %”  kata Ngaliman..

Kondisi BO lahan pertanian yang sangat memprihatikan tersebut sangat ironis dengan kenyataan, bahwa kabupaten Blora mempunyai populasi ternak sapi mencapai 285.000 ekor, merupakan yang terbesar di Jawa Tengah.

Namun pada kenyataannya  tidak mudah merubah kebiasaan petani yang sudah terbiasa menggunakan  pupuk pabrikan, mudah, murah dan langsung terlihat hasilnya. .

Dari kondisi kepepet tersebut munculah gagasan “Gerakan Kotak Sejuta Umat”. Yaitu gerakan membuat kotak didekat kandang sapi, untuk menampung, mengolah kohe setiap hari menjadi pupuk organik bermutu tinggi.

Pupuk organik tersebut selanjutnya dapat ditebar dilahan pertanian. Sehingga roduksi dan produktivitas hasil pertanian dapat dipertahankan, bahkan justru ditingkatkan..

Gagasan ini telah di eksekusi menjadi program Pemerintah Daerah Kabupaten Blora dan  didukung sepenuhnya oleh Bupati beserta jajaran Forkopinda Blora.

Alim, nama panggilan Plt Kepala DP4 Blora, mengatakan bahwa pada saat iniGESEKU telah dilaksanakan tersebar di beberapa kecamatan.

Untuk menggenjot perkembangan GESEKU di perdesaan, pemerintah daerah kabupaten Blora melombakan gerakan ini terhadap para Penyuluh Pertanian sebagai pendamping petani.

Surya Sinagara, SSt, Penyuluh Pertanian BPP Sambong, keluar sebagai pemenang dalam lomba GESEKU. Surya mengatakan bahwa dengan pendekatan yang persuasif, para petani yang umumnya juga peternak, cukup positif menanggapi gerakan ini. Dalam waktu 6 bulan Surya berhasil mengajak 138 petani secara swadaya membuat Kotak Sejuta Umat.

“ Petani senang karena kohe yang semula berceceran, setelah dimasukkan kotak dan diberi kapur serta probiotik, dalam waktu 1 minggu – 10 hari sudah jadi pupuk yang matang” kata Surya. Dia memakai probiotik “ampuh” buatan seorang profesor ilmu tanah dari UGM.

Pada tanggal 18 Desember 2023 lalu Bupati Blora  memberikan penghargaan kepada 9 Penyuluh Pertanian yang dinlai paling berhasil mengajak petani membuat kotak sejuta umat. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga