Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Gubernur Maluku Murad Ismail Terima Tanda Jasa Satyalencana Wira Karya di PENAS 2023

ktnanasional – PADANG, Dalam pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVI di Padang, Sumatra Barat, Gubernur Maluku Murad Ismail menerima penganugrahan Satya Lencana Wirakarya di bidang pertanian dari Presiden RI dan diserahkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. PENAS XVI tahun 2023 dibuka Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan dihadiri 14 Gubernur, 290 Kepala Daerah Kabupaten/Kota dan sekitar 29.000 orang kelompok tani nelayan dari seluruh Indonesia. Penghargaan itu merupakan apresiasi Pemerintah terhadap kinerja dan terobosan Gubernur Maluku dalam mendukung Kebijakan Pemerintah Pusat, khususnya pengendalian inflasi, pengembangan pangan lokal, dan diversifikasi pangan sebagai upaya langkah strategis Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi krisis pangan global yang terjadi saat ini.

Gubernur Maluku menerima penghargaan ini didasarkan atas penilaian Kementerian Pertanian terhadap sejumlah gagasan dan kebijakan dalam memajukan pembangunan pertanian.  Pertama, pengendalian inflasi pangan melalui gerakan tanam cabai dan bawang merah secara serentak di 11 kabupaten/kota dengan melibatkan para petani dan penyuluh yang Pertama kali dilakukan di Provinsi Maluku. Kebijakan ini telah berdampak pada penurunan inflasi pangan khususnya cabai, dimana pada triwulan II tahun 2022 inflasi cabai tercatat 74,43 % (yoy) dengan harga cabai Rp120.000 per kg dan hingga triwulan IV tahun 2022 Deflasi -39,28 % ((yoy) dengan harga cabai Rp80.000 per kg dan terus menurun hingga triwulan I tahun 2023 harga cabai tercatat Rp45.000 per kg.

Kedua, peningkatan ketahanan pangan daerah melalui gerakan tanam sukun varietas tengah-tengah secara serentak di 11 kabupaten/kota yang merupakan khas maluku. Varietas Sukun tengah-tengah telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 22/Kpts/PV.240/D/I/2023 tentang pemberian tanda daftar varietas tanaman hortikultura sukun tengah-tengah. ketiga, Peningkatan keanekaragaman pangan lokal melalui Sajian 521 Menu Olahan Sagu dan Mendapatkan Rekor Muri. Sagu merupakan pangan lokal potensial di Maluku dengan luas 36.500 hektar dan produksi per tahun 9.733 ton. Karena itu, atas gagasannya olahan sagu asal Maluku semakin berkembang dan telah dipasarkan hingga mancanegara. (RO/Z-5/mediaindonesia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga