Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Gubernur Papua Barat: Pangan lokal dijadikan menu utama acara pemerintahan

ktnanasional – PAPUA BARAT. Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan pangan lokal seperti sagu, singkong, dan keladi wajib disediakan sebagai menu makan utama pada setiap acara pemerintahan.

“Semua acara-acara pemerintahan wajib menyediakan menu pangan lokal sebagai menu utama,” kata Ali sesuai menerima dokumen memori jabatan di Manokwari, Papua Barat, Kamis.

Pemerintah, kata dia, merupakan agen perubahan yang memiliki kewenangan untuk mengimplementasikan diversifikasi pangan lokal secara menyeluruh.

Hal tersebut memberikan dampak positif terhadap perubahan pola konsumsi makanan pokok yang tidak terfokus pada satu jenis komoditas pangan.

“Gerakan makan makanan lokal harus dimulai dari pemerintah supaya menjadi contoh bagi masyarakat,” ucap Ali.

Ia menjelaskan bahwa gerakan konsumsi pangan lokal tidak hanya diterapkan oleh pemerintah provinsi, melainkan tujuh pemerintah kabupaten di Papua Barat, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, dan Fakfak.

“Saya akan keluarkan instruksi agar semua pemerintah kabupaten juga menerapkan konsumsi pangan lokal,” jelas Ali.

Menurut dia, gerakan pembudidayaan dan pemanfaatan komoditas pangan lokal menjadi solusi efektif mewujudkan ketahanan pangan serta menjaga kestabilan inflasi pangan.

Peningkatan konsumsi pangan lokal juga memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat terutama balita yang mengalami masalah gagal tumbuh akibat kurang gizi atau stunting.

“Makanan lokal memiliki gizi yang tinggi dan mampu menjawab kebutuhan gizi bagi balita,” kata Ali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat Rommy Sariu Tamawiwy menjelaskan pihaknya terus menggelorakan lima bangga yaitu bangga menanam pangan lokal, bangga jual pangan lokal, bangga beli pangan lokal, bangga masak pangan lokal, dan bangga konsumsi pangan lokal.

Melalui gerakan lima bangga tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras sebagai komoditas utama konsumsi setiap hari.

Untuk mengakselerasi gerakan bangga pangan lokal, kata dia, Bank Indonesia telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan seperti lomba kampung QRIS peduli inflasi, kelompok tani peduli inflasi, dan lomba pengolahan pangan lokal dalam berbagai varian. (admin)

artikel ini telah tayang di antaranews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga