Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Hanya Petani yang Tergabung Kelompok Tani Saja yang Mendapatkan Pupuk Subsidi

ktnanasional.com – DEMAK. Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Demak menyebutkan hanya anggota kelompok tani saja yang berhak mendapatkan pupuk subsidi yakni petani yang tergabung dalam kelompok tani.

Demikian yang disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Sarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Demak, Sri Sulistiyowati saat ditemui di kantornya.

Dia menyampaikan bahwa pembatasan pupuk bersubsidi itu bertujuan untuk tidak disalah gunakan olek oknum.

“ Jadi begini ini sudah dilakukan pembahasan, Petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi yakni petani yang tergabung dalam kelompok tani,” kata Sulis kepada Tribunjateng, Rabu (25/10/2023).

Dia menjelaskan jika sudah tergabung di kelompok tani para petani terdaftar di Sistem Informasi Penyuluhan (Simluh), terdaftar juga di e-Alokasi, kemudian garapan sawahnya maksimal dua hektare (Ha).

Dia menyampaikan, bahwa tidak semua anggota juga mendapatkan pupuk, seperti petani yang memiliki lahan lebih dari 2 hektare tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Misalnya orang tidak mempunyai lahan pertanian namun dia menggarap hasil lelangan dari pak lurah, dia juga berhak dapat subsidi tapi harus berkelompok tani dulu dan mendaftar tadi,” jelasnya.

Setiap tahun kata dia, untuk alokasi pupuk selalu turun, di Kecamatan Bonang satu hektare mendapatkan 269 kilogram pupuk Urea, dan pupuk NPK 118 kg.

Untuk harga Pupuk bersubsidi lanjut kata dia, saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) dan kemasan pupuk bersubsidi  di Kabupaten Demak Tahun Anggaran (TA) 2023.

“Jenis pupuk Urea dengan HET Rp 2.250 per kilogram, kalau dalam kemasan Rp 112.500 per sak (50 kg). Sedangkan pupuk NPK Phonska Rp 2.300 per kilogram, dan kemasan Rp 115.000 per sak (50) kg,” bebernya.

Selain itu Dinpertan Demak secara nasional terdapat sembilan komoditas yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi.

“ Yakni Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe, Tebu, kakau/coklat dan kopo kopi itu sembilan komoditas yang dapat pupuk subsidi,” tutuonua.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com 

8 KOMENTAR

  1. Apakah tidak menyulitkan petani utk membeli pupuk,,Masyarakat acuh pak terhadap kelompok tani karena mereka berasumsi buat apa ada kelompok tani jika ada program dari pertanian di jual belikan, lantas yg menggunakan pupuk itu siapa kan rata rata petani.jgn lah di persulit

    • Semua ada dalam permentanya pak kalo gk salah ingat permentan no 67 tahun 2006.

      Pemerintah membuat kebijakan/aturan untuk filter juga supaya bantuan bisa tepat salur, ada aturan atau kriterianya saja bantuan dr pemerintah banyak yang tidak tepat sasaran apalagi dibuat mudah.

  2. Di daerah kami, walaupun sudah menjadi anggota kelompok tani, klo perlu pupuk tetap hrs nebus Rp 170 rb/ kemasan 50kg.
    Harus nya ada pengawasan dlm pendistribusian yg ketat sampai ke tangan petani.
    Jgn sampai ada permainan lg di daerah tingkat bawah, yg menjadikan petani prustasi.

  3. Terlampau ribet…padahal disetiap kabupaten ada dinas pertanian dan perkebunan, ada petugas penyuluh…disetiap masing2 desa,..seharusnya bantuan disalurkan lewat mereka, karena merekalah yang tahu mana petani dan bukan,…kalau diwajibkan lewat kelompok tani..kasian mereka yang tidak tergabung (petani mandiri)

  4. Petani, ada; Lahan pertanian, ada; Kelompok Tani, ada; Pupuk bersubsidi, tersedia.
    Tapi
    KARTU TANI tidak terdistribusi merata, sehingga petani tetap tidak bisa membeli pupuk bersubsidi.

  5. BEGOK banyak mafia pupuk jatah kami di kurangi alasanya pemerintah yg bikin aturan
    -jika sektor pertanian sudah di persulit maka Indonesia akan cepat2 KRISIS
    Salain mempersulit PEMBELIAN pupuk juga gas LPG.bbm.minyak goreng.😂🤣mentrinya banyak yg korupsi kok malah rakyat yg di tindas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga