Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Hasil Pertanian Jagung di Bojongkerta Capai 30 Ton, Dipasok ke Jakarta dan Puncak

ktnanasional – JAWA BARAT, BOGOR. Jagung bakar menjadi kudapan yang amat lekat dengan momen tahun baru. Kawasan Puncak Kabupaten Bogor menjadi salah satu destinasi yang dituju para pelancong untuk menikmati jagung bakar.

Jagung-jagung tersebut ternyata dipasok dari wilayah Kota Bogor, tepatnya di Kampung Bojong Pesantren, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan. Setiap tahun para tengkulak datang untuk membeli jagung langsung dari para petani.

Ketua RT 4 RW 3 Kelurahan Bojongkerta, Yanto mengatakan wilayahnya memang sudah tersohor sebagai penghasil jagung sejak lama. Bahkan usaha itu sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat sekitar.

“Setiap menjelang akhir tahun banyak tengkulak dari Puncak datang dan membeli jagung di sini. Alasannya karena jarak tempuhnya dekat sehingga biaya operasionalnya lebih sedikit,” ujarnya saat ditemui Radar Bogor pada Selasa (26/12/2023).

Yanto mengatakan, di tahun ini hasil panen jagung dari lebih dari 10 petani di Bojongkerta diperkirakan mencapai 30 ton. Angka tersebut turun dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebut hal itu terjadi lantaran musim kemarau panjang yang sempat melanda Bojongkerta pada beberapa bulan terakhir. Kondisi ini membuat jagung yang dihasilkan kurang maksimal dan sedikit tidak memuaskan.

“Karena kemarau terus dan jarang hujan, pertumbuhan jagungnya jadi terlambat. Saat waktunya diambil jagungnya relatif masih muda dan dipaksa panen karena mengejar momen tahun baru. Seperti sekarang ukurannya kecil dan isinya sedikit,” tuturnya

Jagung-jagung yang berukuran kecil pun tak dapat seluruhnya dijual sebagai jagung bakar. Jagung muda ini akhirnya dikirim ke pasar di Bogor dan Jakarta untuk kebutuhan sehari-hari seperti bahan masakan sop atau capcay.

“Untuk jagung yang dijual menjadi jagung bakarnya saja 1 petani hanya menghasilkan 3 kwintal saja. Kalau dibanding tahun lalu, hasil tahun ini menurun. Namun harganya naik,” ungkap Yanto.

Harga per kilogram untuk jagung yang dijual langsung di lokasi sebesar Rp8 Ribu. Sementara harga yang dikrnakan untuk tengkulak sebesar Rp4 ribu per Kg. (admin)

artikel ini telah tayang di radarbogor.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga