Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap I : Jumlah Usaha Pertanian di Jateng Turun 13,21 Persen

ktnanasional – JAWA TENGAH, PURWOKERTO. Perkembangan jumlah usaha pertanian di Provinsi Jawa Tengah cenderung mengalami penurunan pada 2023.

Hal itu mengemuka dalam Diseminasi Hasil Sensus Pertanian Tahap I dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sensus Pertanian 2023 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Purwokerto, Senin 4 Desember 2023.

Jenis usaha pertanian sensus tahun 2023 meliputi usaha pertanian perorangan (UTP), perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB), dan usaha pertanian lainnya (UTL).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Dadang Hardiwan melaporkan hasil pencacahan sensus pertanian 2023 tahap I, jumlah usaha pertanian di Jateng tahun 2023 tercatat 4.366.317 unit.

Jumlah ini turun sebesar 13,21% dibandingkan dengan hasil sensus tahun 2013 yang mencatat 5.031.033 unit.

Dengan akumulasi jumlah tersebut, semua jenis usaha juga turun. jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) turun 13,25% atau dari sepuluh tahun lalu sebanyak 5.030.223 unit menjadi 4.363.708 unit.

“UTP paling banyak terdapat di Kabupaten Gerobogan dengna jumlah 289.197 unit, UTP terbanyak kedua yaitu Kabupaten Cilacap sebanyak 271.832 unit dan urutan terbanyak ketiga Kabupaten Kebumen dengna jumlah 218.838 unit.

Sedangkan UTP paling sedikit terdapat di Kota Surakarta dengan jumlah 1.135 unit atau 0,03% dari UTP di Provinsi Jateng,” kata Dadang menjelaskan.

Kemudian, jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) sebanyak 4.218.349 rumah tangga atau turun 1,68% dibandingkan dengan tahun 2013 yang jumlahnya mencapai 4.290.619 rumah tangga.

Penurunan jumlah RUTP dialami seluruh subsektor, meliputi RUTP tanaman pangan turun 20,49% menjadi 2.614.586 rumah tangga, RUTP hortikultura turun 18,30% menjadi 1.941.292 rumah tangga.

Menyusul RUTP perkebunan turun 35,95% menjadi 1.037.462 rumah tangga, RUTP peternakan turun 13,84% menjadi 2.250.765 rumah tangga.

RUTP perikanan juga turun 3,88% menjadi 249.796 rumah tangga, RUTP jasa pertanian turun 45,25% menjadi 60.835 rumah tangga.

Penurunan paling besar terjadi pada RUTP kehutanan 45,27% menjadi 1.035.652 rumah tangga.

Rasio Usaha Pertanian Perorangan (UTP) di Provinsi Jawa Tengah terhadap Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) sebesar 1,03 yang berarti bahwa pada 100 RUTP terdapat 103 UTP atau RUTP 2023 lebih rendah 0,14 poin daripada tahun 2013 yang sebesar 1,17 poin.

Dadang mengatakan melihat data yang ada memang perkembangan jumlah usaha pertanian mengalami penurunan. Namun, penyebab penurunan ini perlu suatu kajian lebih dalam, karena BPS hanya melakukan pemotretan kondisi usaha pertanian saat ini.

Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) jenis usahanya juga turun. Kemungkinan mereka juga ada yang bergerak di tanaman pangan maupun peternak.

“Kalau kami lihat dari data-data ternyata memang turun, bukan hanya rumah tangga usaha pertanian dan unit usahanya tapi juga jumlahnya turun,” terangnya.

Penyebabnya, sambung dia, dipengaruhi banyak hal terkait dengan sektor-sektor lain yang lebih menjanjikan. “Namun, ini sebetulnya butuh kajian lebih detail dan BPS tidak berwacana tetapi lebih pada penyajian berbasis data. Dari data memang tergambarkan turun. Secara nasional pun juga sebetulnya terjadi penurunan,” katanya.

Dia menambahkan, di satu sisi jumlah penduduk Indonesia meningkat, di sisi lain orang yang berusaha pada sektor pertanian turun. Karena itu, perlu pengaplikasian teknologi.

“Nanti secara detail datanya bisa tergambarkan, mulai dari penggunaan bibit, pengolahan ini juga perlu suatu teknologi modern, supaya produktivitas pertanian dapat mencukupi tambahan jumlah penduduk,” paparnya.

Meskipun demikian, data jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum (UPB) pada 2023 cenderung naik 26,67% atau dari 225 unit di tahun 2013 menjadi 285 unit. UPB paling banyak terdapat di Kabupaten Batang sebanyak 38 unit.

Hal sama juga terjadi pada jumlah Usaha Pertanian Lainnya (UTL) yang mengalami kenaikan sebesar 297,26% atau dari 585 unit di tahun 2013 bertambah menjadi 2.324 unit.

Selain usaha pertanian, sensus 2023 juga memotret jumlah petani milenial (usia 19–39 tahun) kini jumlahnya sebanyak 625.807 orang, atau sekitar 14,86 persen dari petani di Jawa Tengah.

Kemudian, sepuluh komoditas terbanyak yang diusahakan oleh Usaha Pertanian Perorangan (UTP), meliputi padi sawah inbrida, ayam kampung biasa, kambing potong, jagung hibrida, sapi potong, sengon/ jeunjing/ albazia, kelapa, jati, ubi kayu, dan mahoni. (admin)

artikel ini telah tayang di banyumas.suaramerdeka.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga