Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

ICARE NTB : Tingkatkan Rantai Nilai dengan Menggabungkan Bisnis Jagung-Ayam KUB

ktnanasional.com – LOMBOK TENGAH. ICARE NTB, sebuah inisiatif hebat yang siap mengubah paradigma bisnis di NTB. Rantai nilai yang kuat dapat tercipta dengan menggabungkan potensi bisnis jagung dan ayam KUB.

Kementerian Pertanian melalui Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) sedang giat membangun kawasan pertanian berkelanjutan dengan Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) di 9 provinsi Indonesia.

Salah satunya adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memilih Kabupaten Lombok Tengah sebagai pusat pertanian berbasis korporasi, dengan fokus pada produksi jagung dan ayam yang terintegrasi.

Kepala BSIP NTB, Dr. Ir. Awaluddin Hipi, M.Si menjelaskan bahwa program ICARE di Kabupaten Lombok Tengah adalah tentang menggabungkan ayam kampung dan jagung, dengan harapan akan mendukung perkembangan industri pakan ternak, dan pada akhirnya, mengurangi biaya pakan yang terus meningkat.

Semua produk, jasa, dan sistem yang dihasilkan oleh lembaga ekonomi dalam bisnis yang diberdayakan oleh program ICARE harus memiliki standar yang sama. Masa depan kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi petani dan peternak di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan intervensi, dukungan kebijakan, jaringan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang terintegrasi dari semua pihak yang terlibat di kabupaten Lombok Tengah.

Pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani harus terorganisir dengan baik. Ini didukung oleh faktor-faktor seperti kelembagaan petani, sumberdaya lahan dan air, inovasi milenial, infrastruktur, unit ekonomi, partisipasi petani, dan dukungan pemerintah.

Kerjasama dengan lembaga ekonomi petani seperti koperasi sangat penting, dengan kejujuran sebagai modal utama. Ini memperkuat rantai nilai dan mendukung pertanian presisi dan digitalisasi, termasuk pemetaan lahan dan integrasi sistem informasi pertanian.

Pembangunan kawasan pertanian kabupaten Lombok Tengah memulai perjalanan yang menarik, dengan fokus dari hulu hingga hilir, dikelola sebagai satu entitas berbasis korporasi yang menerapkan standar budidaya jagung dan ayam.

Proyek ini adalah kolaborasi sinergis antara petani, peternak, pedagang, pengusaha swasta, industri pengolahan hasil, pemerintah daerah, dan akademisi.

Dalam upaya ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, ST., MT, menggarisbawahi betapa program ICARE adalah langkah yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendukung Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Ia mendorong petani untuk tetap istiqomah, sabar, dan fokus, karena rangkaian nilai komoditas jagung dan ayam kampung memiliki potensi besar untuk menghasilkan keuntungan.

Selain itu, Sekretaris Daerah berharap kerjasama yang erat dengan semua pihak terkait serta menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Pertanian dan BSIP atas pemilihan Lombok Tengah sebagai fokus Program ICARE, menjadikan hal ini sebagai peluang luar biasa untuk pertumbuhan dan perkembangan wilayah ini.

Pelaksanaan ICARE

Program ICARE telah memulai persiapannya dengan melakukan survei dasar pada Desember 2022. Dalam upaya mendukung pengelolaan kawasan pertanian dan rantai nilai jagung dan ayam yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah, tim telah melakukan survei pelaku rantai nilai komoditas tersebut.

Survei ini berlangsung dari 13 Juni hingga 12 Juli 2023 dengan 150 responden. Menurut narasumber Dr. Ir. Yohanes Geli Bulu, M.Si dari PIU BSIP NTB, hasil survei menunjukkan produksi jagung tidak hanya untuk konsumen lokal, tetapi juga untuk pabrik pakan ternak di Bali dan Jawa Timur.

Di Kabupaten Lombok Tengah, terdapat 6 usaha pengolah jagung dengan kapasitas produksi masing-masing sekitar 1 ton per hari. Ini menunjukkan bahwa jumlah peternak ayam kampung dan ayam negeri di kabupaten tersebut masih cukup besar.

Pelaku rantai nilai komoditas jagung juga mendapatkan keuntungan yang signifikan dengan nilai tambah berkisar antara Rp 690/kg hingga Rp 1.750/kg.

Disisi lain, Minat masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk para wisatawan yang mengunjungi pulau Lombok, terhadap konsumsi daging ayam kampung sangat tinggi. Kabupaten Lombok merupakan salah satu kawasan pengembangan ekonomi, terutama sehubungan dengan pengembangan kawasan wisata Mandalika.

Populasi ayam kampung unggul di NTB pada tahun 2022 mencapai 1.229.892 ekor, tetapi pada Juli 2023, jumlahnya turun menjadi 416.847 ekor. Ini disebabkan oleh minat peternak yang menurun karena keterbatasan pasokan DOC yang mahal.

Di tahun 2023, sejumlah rumah makan di NTB, khususnya di kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram, telah membuka usaha dan memerlukan pasokan karkas ayam kampung.

Peningkatan pendapatan masyarakat juga mendorong kebutuhan ayam kampung. Kebutuhan harian mencapai 20.000 ekor dengan harga berkisar antara Rp 3.000/ekor hingga Rp 14.650/ekor. Hal ini menjadi peluang besar bagi usaha bisnis bagi petani yang tergabung dalam korporasi pada kawasan pertanian.

Namun, para pelaku rantai nilai komoditas jagung menghadapi beberapa permasalahan. Pertama, harga benih jagung hibrida dianggap mahal oleh para petani dan pupuk terbatas. Kedua, selama musim kemarau (MK I dan MK II), stok jagung yang digiling untuk pakan ternak ayam di Kabupaten Lombok Tengah menjadi langka, menyebabkan peningkatan harga di tingkat pedagang. Ketiga, ada keterbatasan alat dan mesin pemipil jagung serta pengering jagung, yang belum memenuhi standar yang dibutuhkan oleh pabrik pangan.

Model Canva Bisnis

Kelembagaan ekonomi petani seperti koperasi yang telah dibentuk oleh Gapoktan di kawasan pertanian yang menjadi lokasi pelaksanaan program ICARE diharapkan melakukan identifikasi usaha bisnis komoditas jagung dan ayam yang terorganisir dalam suatu korporasi petani.

Dr. Ir. Dwi Praptomo Sudjatmiko, MS, dari Fakultas Pertanian UNRAM menekankan pentingnya melakukan GAP Analysis (Analisis Kesenjangan) dalam mengidentifikasi jenis usaha bisnis dan evaluasi usaha bisnis yang sedang berlangsung.

Dr. Prima Luna, PMU ICARE menguraikan bahwa dalam melakukan identifikasi jenis usaha bisnis yang akan dilakukan oleh kelembagaan ekonomi petani di kawasan pertanian berbasis korporasi dapat menggunakan pendekatan “Bisnis Model Canvas”.

Pendekatan Model Bisnis Canvas adalah alat strategi yang memikat. Dengan sembilan blok elemen, termasuk Customer segment, Value propositions, Channels, Customer relationships, Revenue streams, Key activities, Key resources, Cost structure, dan Key partnerships, kami memetakan jalan menuju kesuksesan.

Key resources adalah fondasi yang mendukung bisnis. Ini mencakup sumberdaya manusia, modal, fisik, dan intelektual. Mengidentifikasi Key partnerships adalah kunci, memungkinkan kolaborasi yang mengurangi risiko dan membuka pintu bagi sumberdaya baru.

Model Bisnis Canvas (BMC) pada pengembangan bisnis ayam dan jagung di Lombok dirancang dengan model seperti berikut :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga