Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Inisiatif PT Djarum Menghijaukan Industri Rokok

ktnanasional PT DJARUM, SEBAGAI IKON PERUSAHAAN DI INDONESIA, KINI TENGAH MENGEMBAN PERAN BESAR DALAM TRANSFORMASI MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH HIJAU. LANGKAH-LANGKAH INOVATIFNYA DALAM BERALIH KE ENERGI BERKELANJUTAN TIDAK HANYA MENCAKUP PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) TETAPI JUGA MELIBATKAN PERUBAHAN SIGNIFIKAN DALAM BAHAN BAKAR BOILER DARI SOLAR MENJADI BIOMASS (WOODCHIP) UNTUK MENDUKUNG PROSES PRODUKSI MEREKA. CANDRA WISES

Dikenal sebagai salah satu produsen rokok kretek terkemuka di Indonesia, PT Djarum telah menjadi pusat perhatian banyak pihak. Selain itu, melalui PB. Djarum, perusahaan ini juga terlibat dalam mengorbitkan pemain bulutangkis kelas dunia. Dengan posisinya yang sangat diperhitungkan, PT Djarum kini memasuki fase berkomitmen untuk membantu pemerintah mencapai target pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) 23 persen.

Manajemen PT Djarum secara aktif memimpin langkah-langkah menuju hijaunya Indonesia, terutama di sekitar pabriknya yang berlokasi di Jawa Tengah. Inisiatif revolusioner ini mencakup pemasangan PLTS melalui kolaborasi dengan berbagai
vendor dan pengadopsian praktik terbaik dari beberapa lokasi. Penempatan PLTS di 28 gedung perusahaan telah menghasilkan total kapasitas sebesar 3,264 kWh.

Keputusan strategis untuk mengadopsi PLTS secara bertahap bukan hanya didasarkan pada
visi inovatif perusahaan, tetapi juga dipicu oleh komitmen untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan. Fokus utama mereka adalah mengurangi emisi Gas Carbon dan menggantikan penggunaan energi fosil seperti solar dan CNG.

Menurut Prijanto Juwono, “Dengan kapasitas PLTS terpasang mencapai 3,264 kWh, PT Djarum berhasil menurunkan konsumsi listrik bulanan sekitar 4,9% dan mengurangi emisi CO2 sebesar 190,51 Ton CO2/bulan.”

Proses penerapan PLTS ini akan berlangsung secara bertahap, sejalan dengan penantian
peraturan pemerintah. Prijanto berharap dapat meningkatkan kapasitas platform ini lebih jauh, dan untuk mendukung komitmen berkelanjutan, perusahaan ini juga telah menyusun laporan jejak karbon yang mencakup berbagai aspek.

Lebih detil ia menjelaskannya, laporan jejak karbon disusun melalui serangkaian langkah
yang terstruktur, dimulai dengan identifikasi ruang lingkup yang mencakup emisi langsung dari operasional, serta emisi terkait pembelian energi. Data terkait konsumsi energi, produksi limbah, dan transportasi yang berpotensi menghasilkan emisi gas rumah kaca dikumpulkan dengan cermat. Setelah itu, data yang terhimpun diubah menjadi jumlah emisi CO2 setara (CO2e) menggunakan faktor konversi yang sesuai untuk masingmasing kegiatan.

Wakil Direktur Produksi, Iswanto, antusias menjelaskan pemasangan PLTS Atap di Pabrik PT Djarum kepada Sekjen DEN Djoko Siswanto dalam kunjungannya.

Langkah berikutnya melibatkan perhitungan total emisi CO2e dari semua sumber yang dicakup dalam laporan, sesuai dengan ruang lingkup yang telah ditetapkan sebelumnya. Proses ini merinci keseluruhan kontribusi terhadap jejak karbon perusahaan.

“Akhirnya, laporan jejak karbon tidak hanya mencakup hasil perhitungan, tetapi juga
menyajikan analisis mendalam terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan, memberikan pandangan komprehensif terhadap upaya perusahaan dalam mengelola jejak karbonny,”terangnya.

Kunjungan Anggota DEN Herman Darnel Ibrahim, Anggota Komisi VII DPR-RI Kardaya Warnika, dan Ketua AESI Fabby Tumiwa saat meninjau PLTS dan proses produksi di Oasis Djarum Kudus. Mereka keliling ke PLTS atap dan proses produksi Djarum di dampingi oleh Thomas Budi Santoso Direktur Produksi.

Langkah berkelanjutan PT Djarum tidak hanya terbatas pada penggunaan PLTS; mereka
juga mencapai penghematan energi yang signifikan dengan memasukkan energi terbarukan lainnya, seperti biomassa, serta menggunakan peralatan hemat energi seperti lampu LED dan Building Automation System. Selain itu, perusahaan ini mengadopsi elektrifikasi pada kendaraan operasionalnya.

Tidak hanya fokus pada energi, PT Djarum juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah dalam menjaga lingkungan. Berbagai kegiatan, seperti penanaman pohon dan
kerja sama dengan pemprov, telah menghasilkan dukungan positif dari PT Djarum. Diharapkan bahwa kontribusi perusahaan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dan lembaga lain untuk mengikuti jejak keberlanjutan.

Sekjen DEN, Djoko Siswanto, secara langsung meninjau PLTS Atap di Oasis Djarum Kudus.

Menerima Penghargaan Transisi Energi

Prestasi PT Djarum dalam transisi energi ini tidak luput dari perhatian, dan baru-baru ini, perusahaan ini meraih penghargaan dalam kategori Kepedulian Pemanfaatan Energi Bersih dalam Proses Produksi dari Dewan Energi Nasional (DEN).

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas kontribusi PT Djarum dalam mengurangi dampak lingkungan melalui pemanfaatan energi bersih, yang pada akhirnya mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Jemmy Cahyadi, mewakili Djarum Foundation, memberikan penjelasan tentang energi bersih untuk proses produksi kepada Dewan Juri di Panggung Simposium Energy Transition Conference & Exhibition 2023.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga