Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Inovasi Pemupukan Ramah Lingkungan: Pelatihan Vermikompos bagi Kwt Citra Karsa oleh Tim PKM Unsam

ktnanasional.com – ACEH TAMIANG, Pemupukan yang ramah lingkungan telah menjadi sorotan utama di era kesadaran lingkungan saat ini. Dalam semangat untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan, Tim PKM Unsam menghadirkan inovasi yang menginspirasi: Pelatihan Vermikompos yang revolusioner bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Karsa.

Tahun 2023 menjadi momen bersejarah bagi Dosen UNSAM yang melakukan gebrakan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Mitra sasaran program adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Citra Karsa yang memiliki potensi besar.

PKM ini didanai oleh DIPA UNSAM tahun 2023 dan dipimpin oleh sosok inspiratif, Dr. Rini Mastuti, M.P., serta dibantu oleh tim yang berbakat, termasuk Dr. Muhammad Fuad, M.M., dan Vivi Mardina, S.Si., M.Sc. Tak ketinggalan, peran mahasiswa pun turut diberdayakan melalui Izzatin Annisa Fauzi dan Putri Kesuma Dewi dari program studi agribisnis.

Program inovatif ini berfokus pada pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Citra Karsa, dengan tujuan luar biasa untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Bagaimana caranya? Tim PKM UNSAM menggagas pemanfaatan sampah organik dari lahan pertanian dan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk organik berkualitas tinggi menggunakan metode vermikompos.

Rini Mastuti, sebagai ketua tim, menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan mitra, memberdayakan keterampilan dan kemampuan Sumber Daya Manusia KWT Citra Karsa, serta membangun jejaring kemitraan yang kuat.

Tak hanya itu, Dr. Muhammad Fuad, salah satu anggota tim pelaksana PKM, berharap program ini juga akan memberikan dampak positif pada peningkatan kualitas Perguruan Tinggi (PT).

Melalui pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PT, termasuk IKU 2 yang menitikberatkan pada pengalaman mahasiswa di luar kampus dan IKU 3 yang mendorong dosen berkegiatan di luar kampus, program ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNSAM.

Bagaimana metode vermikompos ini berjalan? Teknik daur ulang sampah organik dengan bantuan cacing tanah menjadi kunci sukses program ini. Sampah organik dari lahan pertanian dan rumah tangga diolah dengan cermat bersama cacing tanah, menghasilkan pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

“Selama program, anggota KWT akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik menggunakan metode vermikompos. Setelah itu, para anggota KWT akan mendapat pelatihan pendampingan tentang manajemen usaha, pemasaran, dan pengembangan produk untuk meningkatkan daya saing produk pupuk organik mereka,” ungkap Vivi Mardina, yang juga berperan penting dalam program ini.

Program ini tidak hanya melibatkan peran serta stakeholder yang beragam, tetapi juga menghasilkan inovasi dan langkah positif menuju peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat petani.

Pemerintah Desa, diwakili oleh Kepala Dusun Cempaka, Bapak Budi Harianto, dan perwakilan BPP Rantau, termasuk Koordinator BPP Nuriyati, SST, PPL Putri Maharani, S.P, serta rekan-rekan PPL lainnya, telah berperan aktif dalam keberhasilan program ini.

BPP Rantau dengan penuh antusias menyambut program ini, dan Ibu Putri, sebagai perwakilan koordinator BPP Rantau, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Universitas UNSAM yang telah menginisiasi program ini.

Tak hanya itu, Sri Wardani, S.P yang mewakili ketua KWT Citra Karsa, menyampaikan harapannya bahwa program ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat melalui optimalisasi sampah organik.

Lebih dari itu, diharapkan program ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota KWT dan masyarakat Desa Benua Raja secara berkelanjutan, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Budi Harianto, Kepala Dusun Cempaka Desa Benua Raja, juga mengapresiasi program ini. Baginya, program ini tidak hanya relevan dengan upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi upaya pemberdayaan perempuan di Desa Benua Raja.

Dengan harapan besar, ia berbicara tentang kelanjutan program ini dan manfaat nyata yang akan diberikannya bagi masyarakat Desa Benua Raja.

Melalui kolaborasi yang inspiratif dan upaya nyata, pelaksanaan PKM di Desa Benua Raja menjadi tonggak penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat petani dan lingkungan yang lebih baik.

Semua pihak terlibat berharap bahwa langkah positif ini akan terus berlanjut dan membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi seluruh komunitas. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga