Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Irjen Kementan: 20 Persen Dana Desa untuk Sektor Pertanian

ktnanasional.com – NGAWI. Irjen Kementerian Pertanian (Kementan) Jan S Maringka mendorong kepala desa di seluruh Indonesia untuk mengalokasikan minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung pengembangan sektor pertanian.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pertanian, terutama dalam menghadapi ancaman El Nino.

Jan S Maringka mengingatkan para kepala desa tentang Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201 Tahun 2022 yang secara khusus mengatur pengelolaan dana desa. Peraturan tersebut mewajibkan kepala desa untuk mengalokasikan setidaknya 20 persen dari anggaran dana desa ke sektor pertanian.

Hal ini mencerminkan komitmen yang kuat dari semua tingkatan pemerintahan untuk mendukung pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam perekonomian nasional.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan juga para kepala desa memiliki komitmen yang sama untuk mendukung sektor pertanian,” kata Jan S Maringka.

Sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian menjadi sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan seperti El Nino.

Dengan alokasi dana yang tepat, desa-desa di seluruh Indonesia dapat membangun embung-embung desa yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Dapat dibayangkan bila seluruh desa-desa di Indonesia, yang berjumlah sekitar 70.000 desa, membangun embung-embung desa. Embung desa ini akan menjadi lumbung desa yang akan menjaga ketahanan pangan Indonesia. Ini adalah pesan penting yang harus dipahami dan diwujudkan bersama,” tambahnya.

Selain kepala desa, TNI/Polri dan kejaksaan juga berperan aktif dalam mengawal sektor pertanian ke depan. Jan S Maringka juga mengimbau masyarakat umum, serta warga dari berbagai latar belakang agama, untuk bersama-sama terlibat dalam pengelolaan sektor pertanian. Kolaborasi ini dianggap penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

“Sinergi antara berbagai elemen masyarakat, termasuk warga gereja dan masjid, dalam mengelola sektor pertanian adalah bukti bahwa dengan kebersamaan, kita bisa menjaga sektor pertanian Indonesia,” tandasnya.

Dukungan yang kuat dari semua pihak, termasuk pemerintah, kepala desa, masyarakat, serta lembaga keamanan dan kejaksaan, diharapkan akan membantu memperkuat sektor pertanian Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul di masa depan. (admin)

Artikel telah tayang di pikiran-rakyat.com

spot_img

4 KOMENTAR

  1. Kami sebagai kelompok tani sangat mendukung dana desa di peruntkan untuk kebutuhan pertanian di desa apa lagi lahan kami sawa rada hujan datang musim kemarau kami gagal nanam apa pun terutama padi 100% kami dukung atau tarik ke dinas pertanian dana 20%

  2. Sebagai masukan untuk dinas terkait terutama dispermades di masing2 kabupaten..untuk Dana Desa yang seharusnya minimal 20 persen untuk ketahanan pangan…perlu pemantauan dan pendampingan..karena masih banyak desa desa dalam mengalokasikan Dana Desa untuk ketahanan pangan masih berorientasi pembangunan fisik saja..sementara pemberdayaan yang bersifat berkelanjutan untuk ketahanan pangan masihbelum tersentuh.

  3. Selama masih ada ego sektoral…berapa % pun dana desa dialokasikan untuk ketahanan pangan tidak akan berhasil. Silahkan terlebih dahulu para pihak yg berkompeten dari masing2 sektoral agar bisa duduk bersama dalam 1 forum khusus ketahanan pangan. Buat komitmen bersama, baru eksekusi. Insha Allah berhasil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga