Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Isu Beras Plastik Merebak di Aceh Tamiang, KTNA Minta Pemkab tidak Diam

ktnanasional.com – ACEH TAMIANG. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang diminta menyikapi isu beras plastik agar tidak menjadi polemik.

Isu yang merebak dalam sepekan terakhir menyebabkan ketakutan warga mengonsumsi beras bantuan pemerintah itu.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang, D Yogi S menilai sikap tegas ini perlu dilakukan dengan memeriksa kualitas beras yang telah dibagikan kepada masyarakat PKH.

Seharusnya kata dia, Pemkab Aceh Tamiang melalui Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) harus peka melakukan kontrol kualitas sebelum beras itu dibagikan ke masyarakat.

“Seharusnya sebelum dibagikan ke masyarakat, DPKP Aceh Tamiang harus memastikan kualiatas beras itu baik dan aman untuk dikonsumsi,” kata Yogi, Senin (23/10/2023).

Yogi menyesalkan sikap DPKP yang dinilai terlalu santai, padahal sebagian besar masyarakat telah menolak mengonsumsi beras karena diduga mengandung plastik.

Secara tegas Yogi menyesalkan sikap Kadis PKP Aceh Tamiang, Asmai yang mengaku hanya berhak memeriksa jumlah beras sesuai kebutuhan karena program pemerintah pusat.

“Pernyataan itu sangat kami sesalkan, ini menyangkut keselamatan masyarakat, jadi harus peka lagi,” kata dia.

Yogi mengingatkan kalau kewenangan DPKP meliputi keamanan, ketersediaan dan distribusi.

Artinya dari manapun sumber bantuan itu, DPKP berhak memastikan barang yang diterima layak konsumsi.

“Kami minta DPKP membawa sampel untuk diuji laboratorium. Kalaupun tidak ada kandungan plastik, harus dijelaskan apa yang menyebabkan beras itu memantul,” kata Yogi.

Sebelumnya T Rasyidin, warga Bendahara, Aceh Tamiang menyebarkan video beras bantuan yang sudah dimasak memantul ketika dilempar ke lantai.

Reaksi ini berbeda ketika dia membanting beras yang dibeli di warung.

“Beras yang biasa kami beli lengket ke lantai ketika dibanting. Ini membuat kami semakin curiga memang ada kandungan plastik,” kata dia.

Perbedaan mencolok lainnya kata dia reaksi beras ketika diremas di tangan memberi dampak lengket seperti lem.

Rasyidin yang sudah terlanjur curiga beras bantuan itu mengandung plastik langsung berhenti mengonsuminya.

“Lengketnya lain, seperti lem. Kita bersihkan pakai air pun susah,” kata dia yang sempat mengalami pusing usai mengonsumsi beras itu.

Dijelaskannya beras ukuran 10 kilogram itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat untuk warga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

Biasanya beras yang dikemas dalam karung bertuliskan Bulog itu mereka ambil di Kantor Pos.

“Tapi yang terakhir ini diantar sama perangkat Kampung,” kata dia.

Kadis Pangan, Kelautan dan Perikanan, Asmai ketika dikonfirmasi menegaskan pihaknya tidak dilibatkan dalam penyaluran beras ini.

Peran mereka hanya mengecek jumlah pengiriman sesuai dengan kebutuhan di Aceh Tamiang.

“Kami ada datang ke gudang Bulog di Langsa, tapi hanya memastikan jumlah sesuai dengan kebutuhan, bukan kapasitas kami mengecek kualitasnya,” kata Asmai. (admin)

Artikel ini telah tayang di aceh.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga