Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Jaga Kualitas, Kelompok Tani Ngudi Mulyo Bikin Gula Aren dari Bahan Nira Air Kelapa

ktnanasional.comBANTUL, Kelompok Tani Ngudi Mulyo yang berada di Padukuhan Butuh Kidul, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menjadi satu di antara produsen gula aren atau gula jawa yang mengutamakan kualitas produk.

“Semua produk gula aren di tempat kami itu menggunakan bahan nira kelapa dan tindak menggunakan campuran bahan pengawet. Jadi, manisnya murni dari bunga kelapa dan lebih enak kalau digunakan untuk pelengkap konsumsi,” kata Ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo, Rajiman (70), kepada awak media di tempat usahanya, Selasa (25/7/2023).

Selain itu, harga yang murah juga menjadi andalannya untuk memperkenalkan produk UMKM lokal kepada konsumen.

Di mana, satu kilogram gula aren murni miliknya dapat dibanderol seharga Rp30 ribu per kilogram.

“Harga itu murah dibandingkan harga gula aren di pasaran. Kadang di pasaran ada yang jual gula aren sampai Rp40 ribu per kilogram,” tutur dia.

Meski begitu, demi memenuhi permintaan pasar, pihaknya juga memproduksi gula aren yang dicampur dengan gula pasir.

Bahkan, harga gula aren campuran tersebut dapat dibandrol lebih murah dari gula aren murni yakni sebesar Rp15 ribu per kilogram.

Dalam sehari pihaknya bisa memproduksi 3 sampai lebih dari 10 kilogram gula aren murni dan campuran.

Disampaikannya, total produksi produk Kelompok Tani Ngudi Mulyo memang tidak menentu.

Hal itu terjadi dikarenakan adanya permintaan pasar yang cenderung tidak stabil.

“Untuk penjualan, biasanya gula aren itu kamu jual di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Bantul,” ucap Rajiman.

Cara Membuat Gula Aren

Rajiman menyebut, untuk membuat gula aren dari nira kelapa sebenarnya tidak lah sulit.

Hanya saja, pihaknya harus bersabar saat menunggu botol nira kelapa di wilayahnya terisi penuh oleh air nira kelapa.

“Bahan utama membuat gula aren itu kan menggunakan air nira kelapa yang kami ambil langsung dari pohon kelapa di sekitar tempat produksi kami,” jelasnya.

“Jadi, biasanya itu air nira kelapa kami panen dengan cara memanjat pohon kelapa pada pagi dan sore hari. Itu pun air nira yang didapat tidak banyak. Hanya sekitar 550-700 mililiter. Padahal wadah yang kami pasang pohon kelapa itu bisa menampung 1,5 liter nira, jadi mau tidak mau harus bersabar,” tutur dia.

Setelah air nira itu ia panen, maka akan dilakukan proses penyaringan dan proses masak.

Di mana, air nira kelapa akan dituang di atas wajan dan dimasak menggunakan api yang cukup besar.

“Selama proses masak itu berlangsung harus diaduk terus biar tidak gosong sampai dua jam atau sampai mendidih,” ujar Rajiman.

“Setelah itu di tuang ke cetakan gula aren yang sudah ada dan ditunggu sampai dingin atau saat diletakkan itu dibiarkan saja sekitar 1,5 jam. Setelah itu gula aren jadi dan bisa dikonsumsi,” tutup dia.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga