Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Jagung Bioteknologi Pertama yang Dinanti Petani Tiba di Pasaran

ktnanasional – JAWA TIMUR, LAMONGAN. PT Syngenta Indonesia meluncurkan sekaligus mulai memasarkan NK Pendekar Sakti, jagung bioteknologi pertama di Indonesia yang memiliki keunggulan ganda, pada Selasa (27/2).

Varietas ini sudah lama dinanti petani, karena jenis baru ini toleran terhadap Herbisida Glifosat sekaligus tahan terhadap Ulat Penggerek Batang (Asian Corn Borer/ Ostrinia furnacalis).

“Jagung jenis ini mudah ditanam, biaya budidayanya murah, sementara juga meningkatkan hasil panen. Dengan keunggulan ganda tersebut, petani mendapatkan tiga manfaat sekaligus,” jelas perwakilan Syngenta terkait peluncuran ini, Selasa (27/2).

Menurut perusahaan, keunggulan pertama adalah kemudahan merawat tanaman dari gulma dan serangan hama penggerek batang. Kedua, murah dalam biaya usaha tani karena lebih sedikit menggunakan pestisida dan biaya tenaga kerja.

Ketiga, inovasi bioteknologi ini meningkatkan hasil. “Karena kehilangan hasil dari kompetisi nutrisi antara gulma dan jagun, serta kerusakan dan penurunan hasil panen akibat serangan hama penggerek batang dapat dihindari secara bersamaan,” tambahnya.

Peluncuran ini dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berikut jajaran MUSPIKA dengan jajaran Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan, Pusat Perlindungan Varietas, dan Perizinan Pertanian.

Tim Teknis Keamanan Hayati Bidang Lingkungan bersama Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kepala Bidang Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur Denny Kurniawan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan Moch. Wahyudi, Anggota DPRD Lamongan Imam Fadli turut mendukung acara tersebut.

Selain itu, hadir pula Ketua umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor, Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin, Pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan Abdul Ghofur, beserta para undangan dan petani.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Yudi Sastro dalam sambutannya menegaskan benih unggul bermutu merupakan komponen utama dalam usaha budidaya tanaman. Inovasi ini secara nyata memberikan kontribusi yang cukup dominan dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman.

Menurut data yang disampaikan Yudi, Kementerian Pertanian menargetkan produksi jagung pada 2024 dapat mencapai 16,56 juta ton atau meningkat jika dibandingkan 2023, yaitu sekitar 14,46 juta ton atau setara 1,15%.

“Untuk mendukung peningkatan produksi tersebut pemerintah mendukung pengembangan benih jagung varietas unggul baru,” tegasnya.

PT Syngenta Indonesia meluncurkan sekaligus mulai memasarkan NK Pendekar Sakti, jagung bioteknologi pertama di Indonesia yang memiliki keunggulan ganda pada Selasa (27/2). (Foto: IST)

Selain itu, pemanfaatan benih bioteknologi dinilai mampu meningkatkan produksi pertanian dan mengurangi biaya dalam usaha budiaya tanaman.

Sejak 2021 hingga kini, Kementerian Pertanian sudah melepas delapan varietas jagung hibrida bioteknologi yang telah melewati serangkaian sertifikasi ketahanan pangan, pakan, dan lingkungan sehingga keamanan produk tersebut dapat dipastikan.

Yudi menjelaskan, jagung hibrida bioteknologi memiliki potensi produksi berkisar 10,6 ton/ha hingga 14,04 ton/ha. Varietas ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dengan pencapaian potensi hasil panen, tanaman yang tahan terhadap hama dan adaptif terhadap iklim di Indonesia.

“Di sisi lain, industri benih memiliki peranan yang cukup penting dalam penyediaan dan penyaluran benih varietas unggul bermutu,” tambah Yudi.

Dengan diluncurkannya produk jagung hibrida bioteknologi terbaru NK Pendekar Sakti tersebut, Yudi berharap akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi jagung sehingga mendukung tercapainya swasembada jagung melalui penggunaan benih jagung hibrida unggul oleh petani di Indonesia.

Selain grand launching di Kabupaten Lamongan, Syngenta juga menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Syngenta Indonesia menegaskan dukungan pada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian dengan berupaya menjamin kemandirian pangan, kesejahteraan pedesaan, dan efisiensi tenaga kerja di bidang pertanian.

“Kami senang dapat berperan dengan memperkenalkan benih jagung bioteknologi,” tutur Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain saat Grand Launching Benih Jagung Bioteknologi di Lamongan. (admin)

artikel ini telah tayang di investor.id

spot_img

2 KOMENTAR

  1. Semoga secepatnya bisa di minati petani untuk di budidayakan dalam upaya meningkat kan ketersediaan pangan dalam negeri (khususnya bahan baku jagung), sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan Petani Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga