Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

JAMBORE HORTIKULTURA 2022 DIGELAR TANGGAL 2 – 4 DESEMBER, BUAH RAKSASA DAN EKSOTIS DILELANG UNTUK BANTU KORBAN GEMPA CIANJUR

ktnanasional.com – JABAR Depok. Perhelatan akbar bertajuk Jambore Hortikultura 2022 telah digelar di Hotel Margo, Depok pada 2-4 Desember 2022. Berbagai komoditas hortikultura berukuran jumbo, gelar teknologi, aneka lomba dan talkshow serta pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) akan memeriahkan kegiatan di penghujung tahun Kementerian Pertanian ini.

Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto berkeyakinan penuh atas keberhasilan pergelaran ini.

“Saya yakin dan percaya, bahwa Jambore Hortikultura ini akan menjadi ajang untuk menampilkan komoditas asli hortikultura Indonesia yang bisa menjadi kebanggaan anak bangsa. Kami juga akan menampilkan buah-buah berukuran jumbo, buah eksotis, berbagai jenis tanaman obat, tanaman hias serta sayur-sayuran ramah lingkungan”, tegasnya.

Menurut Ketua Panitia, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Bambang Sugiharto, acara ini dihadiri ribuan pengunjung setiap harinya mengingat pelaksanaannya di pusat kota dan pada waktu weekend.

“Banyak hal menarik yang akan menarik minat pengunjung seperti adanya sejumlah buah berukuran jumbo seperti semangka yang diprediksi seberat 30 Kg, melon berat 12 Kg, nanas berat 15 Kg, durian berat 15 Kg, alpukat aligator seberat 8 Kg dan tentunya masih banyak yang lain. Buah-buah ini dibawa langsung oleh petani binaan Ditjen Hortikultura dari seluruh penjuru tanah air,” terang Bambang.

Menurutnya, buah-buahan ini dilelang di akhir acara, dan hasil lelangnya akan diserahkan seluruhnya kepada korban gempa di Cianjur, Jawa Barat.

Selain memamerkan buah ukuran besar, Kementan juga mengedukasi masyarakat bagaimana mengatasi serangan hama dan penyakit tanaman. Tidak hanya itu, juga akan ditampilkan berbagai alat pengusir serangga, perangkap lalat buah, dan alat-alat pembuatan pestisida nabati.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), turut hadir sekaligus membuka acara bersama Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto.

SYL menjelaskan pihaknya mengapresiasi capaian komoditas hortikultura selama beberapa tahun terakhir. Di tengah pandemi dua tahun lalu, sektor pertanian tetap bertahan dan justru meningkat.

Menteri SYL lantas menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022. Dia mengungkapkan bahwa produksi komoditas hortikultura meningkat. Untuk sektor buah-buahan mencapai 8,7 persen, sayuran lima persen, tanaman obat 19,2 persen, hingga flori non tangkai mencapai 32,6 persen.

“Artinya pertanian kita semakin maju. Harus terus ditingkatkan,” jelas SYL.

SYL juga meminta kegiatan Jambore Hortikultura terus dipertahankan. Dia memuji kontribusi para petani yang menjadi penopang ekonomi bangsa.

“Ekspor harus masif. Terlebih untuk para petani milenial, mereka ini punya keunggulan tersendiri. Penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, hingga relasi,” kata SYL.

“Kita harus intensifkan pameran di luar negeri. Kita kenalkan terus komoditas hortikultura di pasar dunia,” cetus SYL.

Pada Jambore Hortikultura 2022, Kementan dalam hal ini Ditjen Hortikultura mengundang puluhan petani berikut komoditas andalannya. Mereka difasilitasi dengan membuka stand-stand menarik. Di antaranya ada stand sayuran dan buah eksotis, kampung flori (bunga dan lainnya), hingga produk UMKM.

Tak hanya stand, ada sejumlah rangkaian acara lainnya yang tak kalah menarik. Yakni pameran Inovasi Teknologi Hortikultura, Pemecahan Rekor MURI dan Ngulek Bawang Putih, serta Festival Durian Nusantara.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto dalam paparannya mengatakan bahwa komoditas hortikultura terus meningkat kendati ada situasi pandemi Covid-19. Itu tak lepas dari berbagai program serta kebijakan yang digulirkan.

“Misalnya kampung hortikultura. Alhamdulillah sudah terbentuk ribuan. Untuk buah 1811 kampung, sayuran 2501, kampung tanaman obat ada 458, serta 105 kampung florikultura,” ungkap Prihasto.

“Kami juga memberdayakan 420 UMKM Hortikultura. InsyaAllah kedepan kita terus bantu, misal dari sisi kualitas produk mereka supaya bisa menembus pasar ekspor,” lanjut Prihasto.

Prihasto menambahkan bahwa pihaknya juga menggelar ekspo inovasi teknologi hortikultura. Tujuannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sektor hortikultura.

“Supaya mereka tahu bahwa komoditas pertanian hortikultura ini sangat menarik,” lanjut alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Dia menambahkan pihaknya mengundang 34 petani milenial. Merka berasal dari 16 provinsi terluar, terdepan, tertinggal.

“Tapi spirit mereka untuk mengembangkan pertanian, khususnya hortikultura, luar biasa. Mereka mampu mengasilkan produk berkualitas. Ini akan kita support terus,” tambah Prihasto.

Terakhir Prihasto mengapresiasi seluruh pihak yang berpartisipasi dalam giat Jambore Hortikultura 2022. Terutama para petani yang selama ini memberikan kontribusi besar bagi sektor pertanian.

“Tanpa insan hortikultura Indonesia, mustahil kita bisa terus tumbuh. Kedepan, Jambore Hortikultura ini akan terus digelar,” pungkasnya. (admin)

Sumber : Humas Dirjen Hortikultura Kementan RI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga