Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Jambore Penyuluh Nasional , Momentum Akselerasi Peran Penyuluh Pertanian

ktnanasional – SULAWESI TENGAH, SIGI. Penyuluh pertanian memiliki peranan penting dalam mengembangkan dan memajukan pertanian, terutama dalam mewujudkan pembangunan pertanian berwawasan agribisnis. Peran penting penyuluh dan petani bak mata uang yang tak bisa dipisahkan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Nah, Jambore Penyuluh Nasional menjadi momentum mengakselerasi penyuluh untuk menuju swasembada pangan.

Penyuluh pertanian kembali menggelar Jambore Penyuluh Pertanian pasda Senin (6/11) di Kabupaten Sigi, Sulawesi TengahKegiatan yang berlangsung dari 5-8 November itu dihadiri setidaknya 2.000 penyuluh pertanian dan stakeholder pertanian dari berbagai wilayah Indonesia.

Saat membuka Jambore Penyuluh Pertanian, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengakui, penyuluh pertanian merupakan bagian penting dalam menggerakkan pertanian, terutama dalam meningkatkan produksi pangan menuju swasembada. Bahkan Amran menganggap penyuluh adalah pahlawan pangan dan garda terdepan swasembada.

Menurutnya, keberhasilan program pertanian, termasuk swasembada beras, salah satunya karena adanya penyuluh. Karena itu, ia meminta penyuluh tak boleh mengeluh. “Tujuan saya hadir di Jambore ini adalah bertemu dengan penyuluh. Kalau 50.000 penyuluh se Indonesia bergerak, maka persoalan pangan ke depan selesai. Dalam waktu 2-3 tahun ke depan kita bisa swasembada, tidak impor pangan,” tuturnya.

Amran mengatakan, Jambore Penyuluh Pertanian bertujuan untuk meningkatkan semangat kerja dan motivasi, serta meningkatkan keterampilan, wawasan dan jiwa diantara para penyuluh pertanian. Dalam rangka mencapai produksi padi setara 35 juta ton beras, salah satunya adalah optimalisasi penyuluh pertanian lapangan.

Untuk itu, Amran yang juga pernah menjadi Menteri Pertanian Periode 2014-2019 meminta, penyuluh harus benar-benar dekat dan menjadi pendamping petani. Penyuluh harus mampu mengantarkan dan mengawal kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian sampai tingkat petani.

Penyuluh juga agar mengawal penyaluran pupuk, memastikan penggunaan benih yang bermutu, penyaluran sarana dan prasarana produksi yang lain, serta pemanfaatan asuransi pertanian.

“Kami mengajak penyuluh pertanian dan KTNA se Indonesia agar bahu membahu menaikkan produksi seperti tahun 2017 hingga 2019. Saat itu tidak ada impor beras medium dari negara lain. Nah, di tahun 2024 kita targetkan meningkatkan produksi dan tahun 2026 sudah kembali semula, swasembada,” ungkapnya.

Berikutnya lanjut Amran, penyuluh dapat mendorong ekspor pertanian ke berbagai negara. Tapi dengan catatan, program harus dilanjutkan. Tidak boleh ganti menteri, program terhenti. Program pertanian modern, bertransformasi dari pertanian tradisional ke modern. Ini berhasil kita jalankan. Dulu El Nino 2015, tapi dampaknya tidak seperti kita rasakan saat sekarang,” tuturnya.

Amran menegaskan, peran dan jasa penyuluh pertanian dalam transfer teknologi dan pendampingan kepada petani sangat penting, terutama di tengah tantangan perubahan iklim. Karena itu, penyuluh pertanian harus meningkatkan kinerja dan beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan yang ada. Salah satu solusinya dengan penerapan digitalisasi pertanian.

“Kita optimis bisa swasembada ke depan dengan kita optimalkan peran penyuluh. Saya mengucapkan selamat atas dilaksanakannya Jambore Penyuluh Tahun 2023 Provinsi Sulawesi Tengah ini,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mendukung penuh Jambore Penyuluh Pertanian, terutama untuk membangkitkan semangat penyuluh dalam melaksanakan tugas di lapangan. Penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian.

“Sebagai garda terdepan penyuluh dan petani harus memastikan, pangan tidak bersoal. Karena kita harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan bagi 273 juta jiwa, Dedi mengakui bukan hal yang mudah. Penyuluh harus mampu menjadi sahabat dan pemberi solusi untuk petani, manfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi, karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa, tambahnya.

Dedi menilai, Jambore Penyuluh Pertanian merupakan kesempatan berharga untuk mengevaluasi sejauh mana peran dan keberadaan penyuluh telah diterima masyarakat, terutama petani.

“Ini merupakan momen penting untuk menunjukkan semangat dan dedikasi dalam membantu petani dan masyarakat di wilayah ini. Mari kita sukseskan Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023 ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura mengucapkan terimakasih dengan digelarnya Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2023. Sejak pasca Gempa pada 2018 yang lalu, Provinsi Sulawesi Tengah terus berbenah diri dan bangkit, serta terus berupaya untuk melaksanakan kegiatan event Nasional untuk mempromosikan budaya wisata Sulawesi Tengah sebagai negeri 1.000 megalit.

“Pertanian di Sulawesi Tengah masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya,” kata Rusdy. Saat ini ekspor komoditas pertanian Sulawesi Tengah sebesar 1.284 ton dengan nilai Rp 9,6 milyar dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Melalui momentum pelaksanaan kegiatan Jambore Penyuluh, Rusdy berharap Penyuluh Pertanian terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya dalam mendampingi petani meningkatkan produktivitas, memberikan informasi pasar dan teknologi dan pengembangan diri. “Kita harapkan petani nantinya menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri,” kata Rusdy. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga