Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Jasindo Garap Asuransi Petani 2024, 300 Ribu Hektar Siap Dijamin

ktnanasional – JAKARTA. Pada tahun 2024, PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo (Persero) sebagai anggota IFG, telah diberikan penugasan oleh pemerintah untuk menyusun program asuransi pertanian yang melibatkan wilayah seluas 300 ribu hektar.

Saat ini, sejumlah perusahaan asuransi pertanian masih terbatas, dan PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo (Persero) yang mendapatkan penugasan dari pemerintah telah meluncurkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini memberikan perlindungan kepada petani dari risiko gagal panen yang dapat disebabkan oleh banjir, kekeringan, penyakit, dan serangan organisme pengganggu tanaman.

Menurut Brellian Gema, Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, penugasan ini sebenarnya merupakan bentuk subsidi dengan anggaran yang berasal dari Kementerian Keuangan dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian.

Ketika sudah di lapangan, pihak Asuransi Jasindo juga aktif dalam melakukan literasi dan edukasi kepada petani.

Saat ini, Asuransi Jasindo berhasil mencakup lebih dari 300 ribu hektare lahan pertanian padi di hampir seluruh wilayah Indonesia, terutama di titik-titik yang memiliki kantor cabang Asuransi Jasindo.

“Jadi kami mengupayakan agar lahan-lahan pertanian yang ada di wilayah operasional Kantor Cabang kami dapat tercover asuransi (Asuransi Usaha Tani Padi/AUTP),” ujar Brellian.

Menurut Brellian, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar dapat ikut serta dalam program asuransi pertanian, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Salah satu kriteria tersebut adalah bahwa petani yang memenuhi syarat harus merupakan petani penggarap atau pemilik lahan dengan luas maksimal 2 hektar.

Selain itu, kriteria untuk lahan yang dapat tercakup melibatkan lahan irigasi atau lahan tadah hujan yang berdekatan dengan sumber air.

Brellian Gema menyatakan, premi yang diberikan kepada petani dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp 180 ribu, di mana 80 persennya merupakan bantuan dari pemerintah.

Dengan demikian, setiap petani hanya perlu membayar Rp36 ribu, dengan harga pertanggungan maksimal mencapai Rp6 juta per hektare.

“Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus mendukung dan berperan aktif dalam  pengembangan pertanian di Indonesia sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kontribusi positif terhadap masyarakat,” tuturnya.

Klaim Mudah

Brellian juga menyampaikan bahwa Jasindo telah melaksanakan pembayaran klaim gagal panen sejumlah Rp 1,1 miliar kepada 43 kelompok tani di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Klaim sebesar Rp 1,1 miliar tersebut dibayarkan pada bulan September 2023. Brellian menjelaskan bahwa kegagalan panen ini disebabkan oleh musibah banjir yang melanda lahan pertanian para petani di daerah tersebut.

Dalam penanganan klaim, Brellian menekankan bahwa asuransi BUMN ini menjalankan prosedur dengan cara yang proper dan prudent.

Proses penyelesaian klaim dilakukan secara transparan dan efisien, memastikan bahwa petani yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan ketentuan polis asuransi.

Sebagai bagian dari upaya digitalisasi, kelompok tani yang mengajukan klaim telah difasilitasi oleh Sistem Informasi Aplikasi Pertanian (SIAP).

SIAP merupakan salah satu inovasi digital dalam sektor pertanian yang telah dibangun oleh perusahaan sejak tahun 2019.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan proses administrasi terkait klaim dapat berjalan lebih efisien dan membantu mempercepat pemrosesan serta pembayaran klaim kepada para petani yang terdampak musibah.

“Kami mengutamakan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, manajemen risiko, dan kepatuhan (Governance, Risk, dan Compliance) dalam menjalankan operasional perusahaan dan terus mengembangkan layanan yang memberikan kemudahan bagi petani untuk melakukan registrasi dan klaim,” kata Brellian. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga