Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Jokowi Mau Olah Rumput Laut Jadi Bensin!

ktnanasional – JAKARTA. Hilirisasi jadi salah satu program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggenjot perekonomian di Indonesia. Jokowi punya target melakukan hilirisasi di berbagai sektor.

Bila saat ini hilirisasi fokus ke sumber daya mineral, sumber daya pertanian dan kelautan juga akan dialami potensi hilirisasinya. Salah satunya adalah komoditas rumput laut. Menurut Jokowi, komoditas satu ini tak cuma bisa digunakan untuk urusan farmasi hingga kecantikan, namun juga bahan bakar ramah lingkungan, bioetanol.

“Produk-produk kelautan banyak sekali, sekarang mungkin ke depan yang akan kita ramaikan itu rumput laut. Karena tidak hanya untuk urusan farmasi, kecantikan, rumput laut juga bisa dipakai untuk membuat bioetanol,” ujar Jokowi dalam acara Kompas CEO Forum, Kamis (2/11/2023) kemarin.

Potensinya pun sangat besar, apalagi Indonesia menurut Jokowi menjadi negara nomor 2 yang menjadi penghasilan rumput laut terbesar di dunia. Jokowi mengatakan saat ini produksi rumput laut mencapai 10,2 juta ton dan hanya diekspor menjadi tepung agar-agar.

“Sekarang kita baru capai 10,2 juta ton dan masih diekspor mentahan yang cuma dibuat tepung agar-agar, kenapa kita tidak larikan ke bioetanol? Dan ini yang saya senang kalau rumput laut dikerjakan, yang bisa dapat di atasnya dapat, tengah dapat, rakyat di pesisir dapat semuanya,” beber Jokowi.

empang di delta mahakam yang membudidayakan rumput laut

Titah ke Menteri KKP

Jokowi sendiri nampak serius dengan rencana tersebut. Pada Juni lalu, Jokowi sudah memberikan titah khusus ke Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono terkait hal ini.

Dalam rapat terbatas yang dilakukan Jumat 23 Juni 2023 yang lalu, Trenggono mengatakan dirinya diminta untuk membuat proyek percontohan (modelling) pengembangan komoditas rumput laut di sejumlah wilayah di Indonesia. Ada lima titik yang akan dikembangkan, mulai dari Bali hingga Nusa Tenggara Barat.

“Kita ditargetkan oleh Bapak Presiden untuk dibuat satu modelling di beberapa wilayah ada lima lokasi di antaranya adalah Buleleng, kemudian Wakatobi, Maluku Tenggara, kemudian di Rote Ndao di NTT, dan juga di NTB,” tutur Trenggono dalam keterangan pers di Kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Trenggono juga menyebutkan pemerintah ingin mengembangkan banyak turunan dari rumput laut. Bahan bakar bio fuel menjadi salah satunya.

“Bisa kita kembangkan menjadi banyak sekali produk-produk turunannya, di antaranya adalah untuk pupuk kemudian pakan, dan makanan-makanan lain, farmasi, dan sebagainya, sekalian juga untuk bio fuel,” papar Trenggono.

Dia memaparkan jumlah luasan produksi rumput laut di Indonesia sangat besar, ada 12 juta hektare. Namun, yang baru dikembangkan hilirisasinya hanya sekitar 0,8% saja atau sekitar 9 juta ton. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga