Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kala Disbunak Tabalong Anggarkan Asuransi Untuk Ratusan Sapi dan Kerbau, Berikut Syaratnya

ktnanasional – KALIMANTAN SELATAN, TANJUNG. Banyaknya para peternak sapi di Desa Masingai II, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong tak lepas dari sentuhan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong.

Para peternak mengikuti sejumlah program yang dilaksanakan oleh Disbunak Kabupaten Tabalong. Satu di antaranya ialah memberikan asuransi terhadap hewan ternak. Khususnya sapi dan kerbau.

Disbunak Kabupaten Tabalong secara berkala memberikan asuransi sapi dan kerbau kepada para peternak. Pembayaran asuransi ini ditanggung dari APBN dan APBD untuk preminya.

Tak hanya pada Kecamatan Upau, asuransi ini diberikan kepada para kelompok ternak di Kabupaten Tabalong yang sudah terdata oleh Disbunak Kabupaten Tabalong.

Setiap tahun, disampaikan oleh Kepala Disbunak Kabupaten Tabalong, Saleh Wongso, pihaknya selalu menganggarkan asuransi terhadap hewan ternak yang dimiliki kelompok ternak di Kabupaten Tabalong.

Program asuransi usaha ternak sapi atau kerbau merupakan program Kementrian Pertanian yang menunjuk PT. JASINDO sebagai pelaksana di lapangan.

Program ini kata Saleh dijalankan sejak tahun 2016 dan tentunya memberikan manfaat mengurangi kerugian apabila ada sapi atau kerbau yang mati dan memenuhi syarat.

“Sampai sekarang ada 14 ekor yang sudah klaim karena ternaknya mati beranak atau kena penyakit,” kata Saleh, Minggu (3/12/2023).

Merujuk data jumlah ternak yang mendapat asuransi bersumber dari APBD yang disampaikan oleh Disbunak Kabupaten Tabalong, pada tahun 2020 jumlah ternak yang dianggarkan berjumlah 100 ekor dan realisasinya 100 ekor.

Lalu tahun dari 600 yang dianggarkan di APBD, realisasi 500 ekor. Tahun  2022 dari 600 ekor, terealisasi 501. Lalu tahun 2023 dari 650, terealisasi 292 ekor.

Premi yang harusnya dibayar peternak kata Saleh yakni sebanyak Rp 200.000. 80 persennya nya atau Rp 160.000 dibayarkan APBN dan 20 persennya nya sebesar Rp 40.000 dibayar dari APBD Kabupaten Tabalong. Sehingga peternak tidak dikenakan biaya premi asuransi.

Adapun syarat untuk mendapatkan asuransi tersebut meliputi, tergabung dalam kelompok peternak, mempunyai NIK, mempunyai sapi betina usia satu tahun ke atas dan jumlah ternak yang diasuransikan maksimal 15 ekor per NIK. Sementara nilai asuransi yang diberikan sebesar Rp 10.000.000.

Asuransi yang diberikan bertujuan untuk mengatasi resiko kerugian bagi peternak yang ternaknya mati akibat beranak dan penyakit.  Selain itu juga akibat pencurian.

Saleh berharap, peternak yang mendapatkan klaim, lalu apabila klaim tersebut keluar, maka digunakan untuk keberlangsungan usaha peternakan dan meminimalisir kerugian.

Artikel ini telah tayang di banjarmasin.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga