Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

KALITBANG PERTANIAN PUSAT, PJ. BUPATI KAMPAR DAN KETUA KTNA RIAU PANEN PERDANA PADI TEKNOLOGI IPAT-BO

ktnanasional.com – RIAU Bangkinang. Pj. Bupati Kampar Dr. H. Kamsol, MM melakukan panen perdana padi dengan teknologi IPAT-BO bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia yang di wakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan  (Kalitbang) Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Priatna Sasmita, M.Si, yang  mana panen padi dengan pola IPAT-BO itu dilakukan di persawahan Desa Binuang pada Kamis, (1/12)

Turut hadir pada panen raya itu, Gubernur Riau yang di wakili Kepala Dinas Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau Ir. Syahfalevi, M.Si, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau Drs.H.Yusri M.Si, Kapolres Kampar AKBP. Didik Priyo Sambodo S.I.K, Guru Besar Unpad Prof. DR. Tuallar Simarmata, Ir., MS, Kepala OPD di seluruh Pemerintahan Kabupaten Kampar, Camat di  Kabupaten Kampar, dan seluruh pengurus KTNA Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya Kamsol menjelaskan Kabupaten Kampar merupakan salah satu negeri yang dianugerahi alam yang yang subur, Kabupaten Kampar yang di kenal dengan negeri serambi mekkah Riau banyak memiliki produk-produk pertanian, salah satu hasil pertanian yang menonjol adalah Padi. Kampar memiliki lahan potensi pertanian seluas 16.000 hektar namun yang baru di olah secara konvensional seluas 4000 hektar.

Selanjutnya Pj.Bupati Kampar Dr.H.Kamsol menyampaikan pembangunan dibidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura mempunyai Peranan yang sangat penting dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional sehingga harus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Stabilitas nasional, selalu berkaitan dengan ketersediaan pangan yang cukup memadai bagi kebutuhan masyarakat.

“dengan demikian, pemerintah akan selalu berupaya secara maksimal untuk menjamin ketersediaan pangan melalui peningkatan hasil pertanian” ujar Kamsol

Dr. H. Kamsol, MM juga mengatakan Teknologi IPAT-BO menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dan menghidupkan kembali tanah-tanah yang rusak serta dapat menghemat penggunaan air.

“Proses ini tentu berbeda jika menggunakan pupuk anorganik secara terus-menerus yang memicu percepatan degradasi/penurunan kesuburan tanah. Selain itu untuk menhasilkan produk beras bermutu bagus beras organik, segala aspek terkait proses juga harus secara organik. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pemanfaatan bahan-bahan organik yang mudah didapat, pendampingan, kemitraan, serta proses pengolahan yang juga harus unggul” Kata Kamsol

Sementara itu, Dr. Priatna Sasmita M.Si menyampaikan panen padi raya dengan cara IPAT-BO ini merupakan inovasi yang sangat bagus, karna penanaman dengan cara IPAT-BO ini berbeda dengan penanaman yang lainnya, dengan cara ini masyarakat bisa meningkatkan hasil produk 2 kali lipat dari biasanya dan kami sangat mendukung kegiatan ini.

“Saya mengucapkan apresiasi dalam berkontibusi dalam meningkatkan pangan padi, karna dengan inovasi terbaru dalam penamaman padi ini mudah – mudahan Indonesia bisa menjadi penghasil padi yang tebesar di dunia” ungkap Priatna

Ketua KTNA Provinsi Riau Drs. Yusri, M.Si mengatakan, teknologi  Intensifikasi Padi Aerob Terkendali Berbasis Organik (IPAT-BO) menggunakan berbagai produk pupuk hayati sebagai sumber nutrisi mikroba tanah yang mampu meningkatkan kualitas lahan dan menghidupkan kembali tanah-tanah yang rusak serta dapat menghemat penggunaan air.

“Proses ini tentu berbeda jika menggunakan pupuk anorganik secara terus-menerus yang memicu percepatan degradasi/penurunan kesuburan tanah. Selain itu untuk menghasilkan produk beras bermutu bagus beras organik, segala aspek terkait proses juga harus secara organik. Setidaknya, selain teknologi yang unggul, kualitas bibit, pemanfaatan bahan-bahan organik yang mudah didapat, pendampingan, kemitraan, serta proses pengolahan yang juga harus unggul,” kata Yusri.

Drs Yusri M.Si juga menyampaikan panen padi raya dengan cara IPAT – BO ini merupakan inovasi yang sangat bagus, karena penanaman dengan cara IPAT – BO ini berbeda dengan penanaman yang lainnya. Dengan cara ini masyarakat bisa meningkatkan hasil produk dua kali lipat dari biasanya dan sangat mendukung kegiatan ini.

“Saya mengucapkan apresiasi dalam berkontribusi dalam meningkatkan pangan padi, karena dengan inovasi terbaru dalam penanaman padi ini mudah – mudahan Indonesia bisa menjadi penghasil padi yang terbesar di dunia,” tegasnya.

Yusri mengatakan, IPAT-BO ini juga akan diterapkan di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Riau

Ia berharap dengan dipakainya teknologi IPAT-BO peningkatan padi di Provinsi Riau akan meningkat signifikan yang tadinya hanya satu kali panen, dengan teknologi IPAT-BO petani bisa mencapai tiga kali panen setahun.

“Hari ini kita bisa melihat peningkatan produksi padi dengan pola IPAT-BO  dari 3 sampai 4 ton per hektar, hari ini kita saksikan bersama produksinya sudah mencapai 7 ton”, kata Yusri. (admin)/prot-dokpim

https://www.unpad.ac.id/2017/08/teknologi-ipat-bo-prof-tualar-simarmata-jadi-produk-inovasi-unggulan-indonesia-di-ajang-hakteknas/ apabila mengutip konten berita ini.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga