Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Kayu Naga dan Sekam Fermentasi Jadi Penangkal Tikus untuk Tanaman

ktnanasional.com – JAWA TIMUR. Koleksi tanaman pernah rusak akibat ulah tikus? Ada beragam tips pencegahan agar hal itu tak terjadi lagi. Mulai penggunaan bahan alami hingga insektisida.

MENYEBALKAN rasanya jika koleksi tanaman kesayangan rusak akibat ulah hama. Yang sering kali menyasar taman dan kebun di rumah adalah tikus. Ulahnya pun tidak hanya merusak, tapi juga berpotensi membawa beragam penyakit. Meski itu hal yang lumrah terjadi, masih banyak yang belum mengetahui cara mengatasinya.

Seorang penghobi tanaman asal Surabaya Nur Wijayati berbagi tips dan pengalamannya menangkal hewan pengerat itu kepada Jawa Pos Kamis (3/8) lalu. Menurut dia, langkah utama yang harus dilakukan adalah membersihkan taman secara berkala. Sebisanya jangan sampai ada tumpukan puing-puing. ’’Jangan lupa tutup rapat antara bagian luar dan dalam rumah,’’ katanya.

Penggunaan perangkap dan racun tikus juga menjadi solusi ampuh. Namun, banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Apalagi, jika mempunyai anak kecil atau hewan peliharaan, perangkap dan racun tikus harus diletakkan di tempat yang tak mudah terjangkau. ’’Paling efektif ditaruh menjelang malam karena lagi aktif-aktifnya,’’ ucapnya.

 

TIKUS TAK SUKA: Tanaman rosemary dan zodia memiliki aroma yang menyengat. Selain itu, juga lavender, mint, sage, hingga bintaro. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)

Salah satu alternatifnya dapat menggunakan pembasmi hama atau insektisida. Memang itu sebenarnya ditujukan untuk mencegah adanya semut, cacing, hingga ulat. Tapi, perempuan 33 tahun tersebut mempunyai pengalaman bahwa produk itu bisa membuat tikus ’’kelepek-kelepek’’. ’’Sudah pernah coba dan ternyata bisa,’’ ungkapnya.

Nur –sapaan akrabnya– memaparkan, ada cara lain yang jarang diketahui. Padahal, terbilang lebih mudah dan dipastikan tikus tak mau mendekati koleksi tanaman. Yaitu, penggunaan kayu naga di sudut rumah per 4 meter atau di sekitar tanaman. Itu bukan untuk membunuh, melainkan mengusir lantaran aromanya tak disukai tikus. ’’Bisa dipakai 1 sampai 2 tahun,’’ tutur dia.

Jika telah terlihat kering, kayu naga bisa direndam sekitar 5 menit dan dapat dimanfaatkan lagi. Aromanya pun tak mengganggu manusia serta tak memerlukan perawatan berlebih. Tapi, harus hati-hati karena banyak barang tiruan yang tentunya efektivitasnya berkurang. ’’Atau bisa pakai bawang putih, itu bisa jadi opsi,’’ katanya.

Cara lainnya adalah media tanam tak menggunakan sekam baru, tapi sekam fermentasi. Sebab, sekam baru masih memiliki aroma padi yang menarik perhatian tikus. Trik itu acapkali dipakai pedagang tanaman antarkota. ’’Sekam fermentasi itu lebih kering dan warnanya kecokelatan,’’ terang ibu dua anak tersebut.

TIKUS MENJAUH: Nur Wijayayi memiliki cara khusus untuk menangkal hama tikus yang kerap merusak tanaman kesayangan. Salah satunya dengan menanam tanaman yang aromanya menyengat. (PUGUH SUJATMIKO/JAWA POS)
Memang tak ada jaminan seluruh metode itu bakal 100 persen ampuh. Namun, jika ternyata masih gagal, bisa mencoba merawat tanaman yang dibenci tikus. Selain tak berbahaya, tanaman itu dapat mempercantik pekarangan rumah. Di antaranya, rosemary, lavender, zodia, mint, sage, hingga bintaro. ’’Itu tanaman yang aromanya lebih dominan menyengat. Bisa juga pilih tanaman berduri seperti kaktus,’’ paparnya.

Menurut Nur, tanaman yang paling rentan diserang tikus adalah hortikultura. Meski begitu, tak ada jaminan tanaman lainnya bakal aman. Biasanya bagian daun dan batang yang paling sering rusak sehingga perlu tindakan preventif. Pasalnya, tanaman yang rusak bisa membuat harga jual turun drastis mencapai 50 persen. (admin)

Artikel telah tayang di jawapos.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga